“Fenomena Mahasiswa Type Social Loafing yang Meresahkan”

oleh -341 Dilihat

Di dunia perkuliahan, tugas kelompok seringkali menjadi momok yang meresahkan. Belum lagi jika ada mahasiswa tipe ‘social loafing’ yang berperan sebagai ‘benalu’ dalam kelompok, merugikan teman-teman sekelompoknya dengan hanya numpang nama tanpa berkontribusi berarti. Fenomena ini semakin meresahkan karena mahasiswa tersebut minim etika dan terkesan memanfaatkan kata sibuk sebagai tameng.

Mahasiswa yang melakukan social loafing dalam tugas kelompok seakan-akan menjadi ahli dalam menyamar di balik kata sibuk. Mereka mungkin terlihat sibuk dengan aktivitas lain, tapi ketika tugas kelompok datang, mereka jadi ‘benalu’ yang hanya menumpang nama tanpa memberikan kontribusi yang nyata. Padahal, ketika memilih untuk menjadi mahasiswa, seharusnya komitmen untuk menjalani setiap aspek perkuliahan menjadi prioritas utama, bukan berlindung di balik kata sibuk.

Dampak dari perilaku social loafing ini bisa merugikan semua anggota kelompok. Teman-teman yang rajin bekerja harus menanggung beban lebih besar, sementara sang ‘benalu’ hanya ikut-ikutan nama dalam hasil kelompok. Ini bukan hanya masalah ketidakadilan, tapi juga bisa memengaruhi nilai keseluruhan kelompok.

Bagaimana menghindari mahasiswa social loafing saat memilih teman sekelompok? Ada beberapa tips yang bisa diterapkan:

Transparansi dan Komunikasi Terbuka:
Jelaskan dari awal mengenai ekspektasi dan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok. Komunikasi yang terbuka dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman.

Pemilihan Kelompok dengan Cermat:
Sebisa mungkin, pilihlah teman sekelompok yang memiliki komitmen yang sama terhadap tugas. Tinjau riwayat kerja kelompok mereka sebelumnya dan cari yang memiliki track record baik.

Penetapan Peran dengan Jelas:
Setiap anggota kelompok harus memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas. Ini akan membuat sulit bagi mahasiswa social loafing untuk menyamar.

Evaluasi Kinerja Secara Berkala:
Adakan evaluasi kinerja kelompok secara berkala untuk memastikan bahwa semua anggota berkontribusi. Jika ada masalah, segera atasi.

Buat Kontrak Kelompok:
Bentuk kontrak atau kesepakatan kelompok yang mencantumkan tanggung jawab, jadwal pertemuan, dan konsekuensi bagi anggota yang tidak berkontribusi.

Dengan menerapkan tips-tips tersebut, diharapkan dapat mengurangi risiko munculnya mahasiswa social loafing dalam tugas kelompok. Sehingga, setiap mahasiswa dapat merasakan pengalaman perkuliahan yang adil dan bermakna.

No More Posts Available.

No more pages to load.