Diduga Keras Ada Bisnis Terselubung Dalam Ruangan Bersalin RSUD dr. Slamet Garut

oleh -3174 Dilihat
oleh

Garut, Realita Indonesia.Com – Disinyalir adanya bisnis penjualan perlengkapan bagi ibu yang melahirkan di ruangan bersalin RSUD dr.Slamet Garut, menjadi polemik tersendiri bagi institusi kesehatan ini.

Pengakuan yang disampaikan salah seorang keluarga pasien di RSUD dr. Slamet menyatakan, setiap keluarga yang hendak melahirkan di paksa harus membeli perlengkapan kelahiran dan satu buah cairan untuk membersihkan bagian vital ibu yang melahirkan.

Tak tanggung keluarga pasien yang hendak melahirkan diwajibkan membeli paket perlengkapan, salah satunya pampers ibu hamil dengan nominal uang sebesar Rp. 105 ribu. Anehnya pembelian tersebut tidak dilengkapi bukti pembayaran.

“Perawat yang ada dalam ruangan bersalin langsung mengarahkan untuk pembelian perlengkapan sebesar Rp. 105 ribu, katanya wajib beli dari dalam,” ujar Keluarga pasien Robi Taufiq Akbar yang juga Plt Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Jawa Barat, Kamis (8/12).

Menurut Robi, awalnya sang istri hendak melahirkan di Klinik Zihan Medika yang ada di Wanaraja pada Selasa (6/12). Namun kondisi bayi yang ada dalam kandungan sungsang dan harus dirujuk ke RSU dr. Slamet Garut,

Setelah mendapatkan penanganan di IGD dan dilarikan ke ruang bersalin, di sanalah adanya praktik jual beli perlengkapan bagi ibu yang melahirkan dari perawat yang bertugas di dalam.

“Saya tidak menanyakan apapun, kemudian membeli perlengkapan tersebut. Penjualan ini juga bukan saja terjadi pada saya melainkan para keluarga pasien yang lainnya,” cetusnya.

Robi berharap, pihak manajemen RSUD dr. Slamet Garut untuk segera membenahi dan menghilangkan praktik jual beli tanpa sepengetahuan pihak manajemen. Ini bisa merusak citra.

“Perlengkapan kelahiran yang disediakan di ruangan bersalin bisa didapat di luar juga dengan harga yang lebih murah. Aneh juga disaat manajemen melarang pedagang berjualan di dalam RSU kini malah petugas sendiri yang berjualan di dalam ruangan,” tegasnya.

Sebagai Plt Ketua IWO Jawa Barat, akan terus melakukan investigasi praktik jual beli di dalam ruangan termasuk akan membongkar siapa pengusaha di balik usaha terselubung tersebut.(Om Danur)

No More Posts Available.

No more pages to load.