Waspada, Jangan Sampai Terjadi Pandemi Gelombang Kedua Ungkap Presiden RI.

Realita Indonesia – Presiden Joko Widodo mengeklaim, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah mulai membuahkan hasil. Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada agar jangan sampai terjadi pandemi gelombang kedua. “Waspada agar jangan sampai terjadi gelombang yang kedua yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020, dipantau melalui tayangan YouTube Bank Indonesia, Kamis (3/12/2020).
Kasus Aktif 12,72 Persen, Kesembuhan 84,02 Persen Jokowi pun kembali mengingatkan semua pihak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Penerapannya mulai dari mencuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak (3M). “Kita harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah, dan kita tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya. Menurut Jokowi, semua elemen masyarakat harus fokus pada upaya keluar dari pandemi Covid-19. Misalnya, ikut mempersiapkan atau mendukung program vaksinasi virus corona.
Harus Bergerak Cepat Di bidang ekonomi, ada persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, yakni mengatasi besarnya jumlah pengangguran yang ditimbulkan dari PHK pada masa pandemi. “Kita harus fokus untuk bergerak ke depan, fokus pada upaya-upaya untuk keluar dari pandemi,” kata Kepala Negara. Adapun, menurut Jokowi, upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi mulai terlihat baik di bidang kesehatan maupun ekonomi.
Laporan data Covid-19 yang Jokowi terima per 3 Desember hari ini menyebutkan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 12,72 persen. Baca juga: Peringatan Keras Jokowi Dinilai Tak Efektif, Anggota Komisi IX: Sebaiknya Evaluasi Kinerja Satgas Covid-19 Angka ini lebih rendah dari rata-rata dunia yang mencatatkan kasus aktif virus corona sebesar 28,04 persen.
Tingkat kesembuhan juga diklaim semakin positif, yakni mencapai angka 84,02 persen. Persentase ini dinilai lebih baik dari angka kesembuhan rata-rata dunia sebesar 69,56 persen. Sementara itu, di bidang ekonomi, meski masih kontraksi, ekonomi menunjukkan pertumbuhan dari kuartal II ke kuartal III tahun 2020. Di kuartal II, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen. Adapun di kuartal III, ekonomi tumbuh minus 3,49 persen. “Kerja keras tersebut sudah mulai menampakkan hasil, sinyal positif sudah kita lihat,” kata Jokowi.

Baca Juga :   Bos Lembaga Investasi AS Bahas Turunan UU Cipta Kerja Dengan Luhut, Penasaran Apa Aja Yang Dibahas?

Sumber : Kompas.com

Editor : Realita Indonesia
Bagikan :
error: Content is protected !!