Warga Kekurangan Air Bersih, Kekeringan Meluas di 5 Kecamatan di Tuban

Realita Indonesia – Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terus meluas. Hingga kini terpantau krisis air bersih sudah dialami 12 desa di 5 kecamatan di Kabupaten Tuban.

Keringnya sumur dan saluran Perusahaan Air Minum (PAM) membuat ratusan warga bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah.

Warga Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban ini, langsung berduyun-duyun menyerbu tangki berisi air bersih bantuan pemerintah daerah setempat.

Berbekal jeriken kosong, ember dan serta drum, mereka rela mengantre demi mendapat jatah air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan air bersih seperti ini memang sangat diharapkan warga. Sebab sudah 3 bulan berlalu, sumur dan saluran perusahaan air minum (PAM) yang terhubung ke rumah-rumah tidak lagi mengeluarkan air. Akibatnya, warga kesulitan mendapat air bersih.

Baca Juga :   Risma Menemukan Anak dari Pemulung Meninggal di Kolong Jembatan Pegangsaan

Untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak dan mandi, warga terpaksa harus membeli air dari luar desa. “Tidak murah biaya yang harus dikeluarkan warga setiap hari, karena untuk satu jeriken air, kami membeli seharga Rp5.000. Itu pun tidak setiap hari dapat,” kata seorang warga Grabagan Sri Harini.

Sementara itu, bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Tuban, terus meluas. Hingga kini krisis air bersih dialami 12 desa di 5 wilayah kecamatan. Jumlah desa terdampak bencana kekeringan ini akan terus bertambah seiring musim kemarau ini.

“Lima kecamatan yang mengalami kekeringan saat ini yakni, Kecamatan Semanding, Grabagan, Parengan, Senori dan Kecamatan Montong. “Untuk meringankan beban warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban memaksimalkan armada truk tangki yang dimilikinya untuk mendistribusikan air bersih ke warga,” kata Kalaksa BPBD Tuban Yudhi Irwanto.

Baca Juga :   Memperbesar Resiko Anda Terinfeksi Cororna, Jika Anda Kekurangan Vitamin Ini

Bencana kekeringan diprediksi masih akan terus terjadi hingga November mendatang dan berakhir bersamaan dengan datangnya musim penghujan.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!