14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Wapres: Usulan Pemekaran Daerah Masih Moratorium, Fokus Tangani Covid-19.

Realita Indonesia – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah masih moratorium atau menunda sementara usulan pemekaran daerah. Hal tersebut disampaikan Ma’ruf saat menerima Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) La Nyalla Mattalitti di Istana Wapres Jalan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020). “Kebijakan Pemerintah terkait usulan pemekaran daerah masih dilakukan penundaan sementara, moratorium,” ujar Ma’ruf, dikutip dari siaran pers, Jumat (4/12/2020).
Ma’ruf mengatakan, ada beberapa alasan mengapa pemerintah masih melakukan moratorium terhadap rencana pemekaran wilayah. Wapres: Moratorium Pemekaran Daerah karena Keuangan Negara Belum Memungkinkan Antara lain terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan oleh daerah otonomi baru (DOB) masih rendah. Selain itu, kemampuan keuangan negara juga belum memungkinkan untuk menopang seluruh operasional yang dilakukan oleh DOB.
“Terutama karena masih diperlukannya pembiayaan prioritas-prioritas pembangunan nasional yang bersifat strategis seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia,” kata dia. Terlebih, ujar Ma’ruf, kondisi kebijakan fiskal nasional saat ini sedang difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang terdampak karenanya.
Maruf Amin: Selain Papua, Moratorium Pemekaran Masih Berlaku Oleh karena itu, saat ini pemerintah sedang melakukan analisis menyeluruh terkait dampak dan kebutuhan anggaran daerah persiapan. “Pemerintah melakukan optimalisasi kebijakan yang bersentuhan dengan masyarakat sebagai bagian dari alternatif dan solusi masalah dari pemerintahan daerah sebelum pemekaran,” kata dia.
Di antaranya dengan melakukan pemberian dana desa dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2020 sebesar Rp 71,2 triliun dan dalam Rancangan APBN 2021 sebesar Rp 72 triliun. Termasuk program pencegahan stunting, jaminan sosial, dan perlindungan sosial lainnya.
Alasan Pemerintah Moratorium Pemekaran dan Penggabungan Wilayah Apabila nantinya pemerintah mencabut kebijakan moratorium, kata Ma’ruf, maka pembentukan DOB harus dilakukan secara terbatas. Namun tetap memperhatikan kemampuan keuangan negara dan evaluasi pembentukan daerah sebelumnya. Adapun saat ini Indonesia memiliki 223 DOB.
Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah dan laporan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) tahun 2019, sumber pendapatan sebagian besar DOB tersebut masih tergantung pada APBN dan belum mampu mandiri.

Baca Juga :   Garuda Indonesia akan merombak direksi dalam RUPSLB Jumat (20/11).
Sumber : Kompas.com
Editor : Realita Indonesia
Bagikan :
error: Content is protected !!