Wajib Pajak Sudah Bisa Lapor SPT Pajak 2020, Jangan Pada Lupa Ya…

Petugas pajak (kanan) melayani warga saat peringatan Hari Pajak 2020 di KPP Wajib Pajak Besar Satu, Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (14/7/2020). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menjadikan Hari Pajak 2020 yang diperingati setiap 14 Juli itu sebagai momentum untuk melakukan berbagai reformasi perpajakan mulai dari segi bisnis, organisasi dan sumber daya manusia dalam rangka mengahadapi masa krisis akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Realita Indonesia – Proses pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak sudah dibuka. Wajib pajak sudah bisa menyampaikan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2020.

“Kalau lapor SPT sudah bisa kapan saja begitu tahun pajak sudah berakhir. Jadi sekarang pun sudah bisa,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama.

Proses pelaporan SPT ini sudah dibuka baik untuk badan maupun orang pribadi. Wajib pajak hanya perlu menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan, dan tidak ada perubahan mekanisme dari sebelumnya.

“Wajib pajak harus perlu menyiapkan segala dokumennya. Untuk karyawan dengan menyertakan bukti potong dari pemberi kerja, dan itu tingga diminta saja. Semakin cepat, maka semakin baik,” jelas Hestu.

Baca Juga :   Mulai 17 Januari 2021, Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek Resmi Diberlakukan

Wajib pajak badan dan orang pribadi memiliki tenggat waktu berbeda. Batas akhir pelaporan SPT pajak orang pribadi pada 31 Maret 2021, sedangkan badan pada akhir April 2021.

93 Persen Wajib Pajak Lapor SPT Sudah Pakai E-Filling

Membayar pajak kini lebih mudah melalui e-filling yang berbasis online. Hal ini digagas pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Hestu Yoga Saksama menyebutkan, 13,4 juta SPT tahunan pada 2019, 93 persen diantaranya membayar melalui e-filling.

“SPT tahunan yang kita terima di tahun kita bicara yang tahun 2019 ada sekitar 13,4 juta SPT tahunan. Kalau boleh saya sampaikan, 93 persennya itu disampaikan melalui e-filling, karena kita sudah menyediakan layanan digital melaporkan SPT itu menggunakan e-filling,” kata Hestu dalam Temu Virtual Media: Tuntas dan Tunai Pajak bersama Bukalapak, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga :   13 Jemaah Umrah yang Kena Covid-19 Negatif Corona di RI

Bahkan, Hestu menyebutkan partisipasi masyarakat di daerah juga cukup tinggi. “Di daerah, pajak daerah itu sudah banyak memanfaatkan teknologi digital di government, termasuk pembayaran pajak melalui seperti Bukalapak,” kata Hestu.

Sebagai informasi, sejak Agustus 2019 BukaLapak merilis fitur untuk lapor dan membayar pajak secara online. Terkait rencana tersebut, Bukalapak telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Pajak.

“Saya senang sekali dengan BukaLapak, karena BukaLapak bisa untuk membayar PBB atau e-Samsat. BukaLapak juga sudah menjadi lembaga persepsi, jadi menerima pembayaran pajak sejak bulan Agustus 2019 kemarin. Jadi di platform nya BukaLapak itu sudah menerima pembayaran pajak yang pajaknya pusat seperti PPn dan PPH,” jelas Hestu.

Baca Juga :   KSP Menyebut Presiden RI Untuk Segera Mengganti Edhy Prabowo.

Ke depannya, lanjut Hestu, DJP akan terus mengambangkan kolaborasi semacam ini dengan berbagai platform. Tak lain, hal ini dimaksudkan untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk taat pajak.

“Untuk mendorong partisipasi masyarakat ya kita pemudah, kita perluas chanellingnya, kita membuat menjadi sangat efisien,” tukas dia.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Liputan6.com

Bagikan :
error: Content is protected !!