17 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Wah! Warga Malang Bikin Alat Supaya Nyaman Kalau Pakai Masker

Realita Indonesia – Banyak orang ogah mengenakan masker, sekalipun itu masker bedah maupun yang terbuat dari kain, dengan alasan merasa tidak nyaman ataupun susah bernapas dan bicara. Padahal masker kini jadi salah satu alat pelindung utama untuk diri sendiri maupun orang dari pandemi Covid-19.

Andreas Suprayitno melihat fenomena keengganan tersebut sebagai solusi sekaligus peluang usaha. Pengusaha air minum dalam kemasan ini menciptakan sebuah alat pelindung mulut untuk menyempurnakan fungsi masker yang diberi nama Global Respiration Guard atau GRG. Alat ini berfungsi utama sebagai penyangga di bagian dalam masker atau penyekat antara mulut dan masker.

“Saya ingin melihat orang-orang senang pakai masker karena merasa nyaman, bukan karena terpaksa atau dipaksa-paksa. Jangan sampai orang pakai masker malah merasa tersiksa,” kata Andreas, warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kepada Tempo, Jumat pagi, 18 September 2020.

Pria berusia 53 tahun itu mengaku melakukan survei dua bulan sebelum membuat GRG. Andreas masuk ke beberapa pasar, seperti Pasar Dinoyo, untuk ngobrol dengan pedagang dan pembeli yang mayoritas tidak bermasker.

“Jadi, fungsi utama GRG adalah penjaga jarak antara mulut dan masker agar tidak bersentuhan tapi tetap bisa tertutup rapat,” katanya.

Baca Juga :   Sakit Perut Bagian Bawah sesuai Lokasi Nyeri, Inilah 6 Penyebabnya

Alumni Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu melakukan lima kali percobaan dalam membuat GRG dengan menggunakan kayu kamper. Kayu kamper dipilih karena lebih mudah dipotong sesuai bentuk yang diinginkan.

Masalahnya, Andreas mengatakan, GRG tidak bisa diproduksi massal karena masa pengerjaannya lama. Satu buah GRG berbahan kayu kamper bisa menghabiskan waktu 5 jam. “Sudah begitu, kalau pun jadi, belum tentu warna dan ukurannya bisa sama.”

Proses pengerjaan yang lama tentu berimbas pada biaya produksi. Padahal, Andreas juga ingin menjual GRG dengan harga murah supaya masyarakat tak lagi keberatan mengenakan masker.

Andreas lalu mengganti bahan kayu kamper dengan plastik. Secara teknis, proses pengerjaannya lebih gampang dan praktis dengan memakai mesin injection molding. “Dengan satu kali injeksi, saya bisa produksi 6.000 pieces per hari dengan warna dan ukuran yang sama dan bisa saya jual murah,” ujar Andreas.

Baca Juga :   Seberapa Besar Bahaya Mutasi Virus Corona Dari Hewan Cerpelai?

Di percobaan awal, ketinggian alat 3,5 sentimeter dinilainya mengurangi nilai artistik saat pemakaian. Kemudian didapat dimensi yang pas untuk mulut pengguna segala usia, yaitu tinggi 6 sentimeter.

Menurutnya, apabila ada droplet virus yang menempel pada bagian luar masker akan sangat mungkin terisap karena saat berbicara mulut menempel pada masker. “Tapi GRG ini memperkecil potensi tertular virus Covid-19,” kata Andreas.

Andreas memproduksi GRG sejak awal minggu kedua September di sebuah pabrik di kawasan Kecamatan Sukun, Kota Malang. Alat dijual dengan harga Rp 10.000 per item. GRG juga dijajakan di lapak toko online.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : tempo.com

Bagikan :
error: Content is protected !!