14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Wah! RI Menduduki Nomor 7 Untuk Utang Luar Negeri Terbesar Didunia

Realita Indonesia – Bank Dunia (World Bank) telah merilis laporan International Debt Statistics (IDS) 2021 atau Statistik Utang Internasional. Dalam laporan itu, Indonesia masuk ke dalam daftar 10 negara berpendapatan kecil-menengah dengan utang luar negeri terbesar di dunia.

“Untuk mengumpulkan arus keuangan bersih ke rendah dan lainnya negara berpenghasilan menengah, utang mereka naik 9% pada tahun 2019 dengan peningkatan arus masuk ekuitas bersih sebesar 24%,”

Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-7 dari daftar 10 negara berpendapatan kecil-menengah dengan utang luar negeri terbesar di dunia. Posisi pertama di tempati China, lalu ke-2 Brasil, dan ke-3 India, ke-4 Rusia, posisi ke-5 adalah Meksiko, ke-6 Turki, ke-8 Argentina, ke-9 Afrika Selatan, dan terakhir Thailand.

Baca Juga :   Pak Jokowi Optimis Jika UMKM Go Digital Mampu Di Dorong Oleh Adanya UU Cipta Kerja

Rinciannya, posisi utang luar negeri Indonesia pada tahun 2019 mencapai USD 402,08 miliar atau sekitar Rp5.940 triliun (kurs Rp 14.775). Angka tersebut naik tipis (5,9%) dari posisi utang luar negeri di tahun 2018 yakni USD379,58 miliar atau sekitar Rp5.608 triliun dengan nominal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sama.

Sementara itu, rasio utang luar negeri Indonesia tahun 2019 terhadap ekspor ialah 194%. Sementara, rasio utang terhadap gross national income (GNI) atau pendapatan nasional bruto sebesar 37%. Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap pendapatan nasional bruto dari tahun ke tahun memang berada di sekitaran level tersebut, yakni 2009 34%, 2015 37%, 2016 35%, 2017 36%, dan 2018 37%.

Baca Juga :   'Pembahasan RUU Pemilu Relevan dan Penting' Ungkap Pimpinan DPR

Dari total itu, utang luar negeri Indonesia tahun 2019 lebih didominasi oleh utang jangka panjang yakni mencapai USD354,54 miliar atau sekitar Rp5.238 triliun. Sementara, utang luar negeri jangka pendek hanya sebesar USD44,79 miliar atau sekitar Rp661 triliun.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!