13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Wagub DKI Minta Tak Ada Spekulasi, Anies Diperiksa Terkait Kerumunan Acara Rizieq.

Realita Indonesia – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta seluruh pihak tidak berspekulasi atas pemanggilan Gubernur Anies Baswedan dan beberapa pejabat Pemerintah Provinsi DKI oleh Polda Metro Jaya, Selasa (17/11). Riza mengatakan Pemprov akan mengikuti proses yang dilakukan Polda secara kooperatif.

“Saya meyakini bahwa seluruh proses ini akan berjalan baik, lancar, jadi masyarakat kita harapkan tidak usah berspekulasi,” ujar Riza di Balai Kota, Rabu (18/11).

Politikus Gerindra itu menuturkan, panggilan yang diterima Anies tidak ditanggapi dengan kekecewaan. Justru, kesempatan itu dijadikan Anies menyampaikan klarifikasi sebenar-benarnya berdasarkan data dan fakta lapangan.

Sebagai rekan kerja pimpinan ibu kota, Riza mengatakan sikap Anies justru memberikan contoh yang baik dengan memenuhi panggilan aparat penegak hukum untuk meluruskan satu peristiwa.

Baca Juga :   Ada Aturan Baru Saat Naik Pesawat, Wajib Tes Covid-19 Bagi Anak Di Atas 5 Tahun

“Pak gubernur sudah memberikan contoh yang baik dengan hadir, tidak kecewa tidak marah, menghormati dan mengikuti seluruh rangkaian proses klarifikasi,” tandasnya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya memanggil 10 orang saksi terkait potensi pidana pelanggaran protokol kesehatan atau prokes terkait kerumunan acara pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dan acara Maulid Nabi.

“Tidak hanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hari ini diperiksa. Ada 9 orang lainnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa (17/11).

Yusri merinci, sembilan orang diperiksa hari ini selain Anies adalah Wali Kota Jakarta Pusat, Kabiro Hukum, Kepala KUA Tanah Abang, camat setempat, Ketua RT setempat, Ketua RW setempat, Kasatpol PP, Babinkamtibmas, dan Lurah Petamburan.

Baca Juga :   selama Pandemi, Ini Nih Aturan Menggunakan dan Membersihkan Kamar Mandi

“Kendati, Lurah Petamburan saat kami lakukan swab antigen menunjukkan hasil reaktif positif Covid-19. Sehingga yang bersangkutan ditindak lebih lanjut di RS Polri Kramatjati untuk penanganan,” ujar Yusri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan telah menjalani proses pemeriksaan atau klarifikasi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19 di Jakarta. Anies diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya kurang lebih selama 10 jam. Dia diperiksa sejak sekitar pukul 09.40 Wib hingga sekitar pukul 19.00 Wib.

Anies mengaku dicecar 33 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan di acara Rizieq.

“Alhamdulillah, saya tadi telah selesai memenuhi undangan untuk memberikan klarifikasi dan prosesnya berjalan dengan baik. Kemudian ada 33 pertanyaan yang tadi disampaikan, menjadi sebuah laporan sepanjang 23 halaman,” kata Anies di Polda Metro Jaya, Selasa (17/11).

Baca Juga :   Husein Abdullah membantah pernyataan politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago

Meski begitu, Anies tidak menjelaskan secara rinci apa saja yang ditanyakan terhadap dirinya itu oleh penyidik selama puluhan jam. Menurutnya, apa yang ditanyakan kepada dirinya oleh penyidik tersebut. Sudah menjadi ranah Polda Metro Jaya yang menyampaikan itu semua.

“Semuanya sudah dijawab sesuai dengan fakta yang ada, tidak ditambah, tidak dikurangi. Adapun detail isi pertanyaan, klarifikasi dan lain-lain, biar nanti menjadi bagian dari pihak Polda Metro Jaya untuk nanti meneruskan dan menyampaikan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!