Vaksin Pfizer yang Diminta Siap Bulan Ini, Ini Kabar Terbarunya!

Realita Indonesia – Vaksin Pfizer disebut siap diluncurkan pada akhir Oktober 2020. Informasi ini dibocorkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meski Trump tidak menyebut secara jelas bahwa vaksin yang dimaksud adalah Pfizer. Namun, ia secara terang-terangan menyebut bahwa ada 2 vaksin corona yang nantinya akan diluncurkan sebelum “hari spesial”.

Banyak orang menduga bahwa hari spesial yang dimaksud Trump adalah Pemilu pada 3 November mendatang. Menanggapi kemungkinan tersebut, banyak pihak yang merasa khawatir terhadap kemungkinan muatan politik dalam peluncuran vaksin. Masyarakat juga takut vaksin yang nantinya akan disebarluaskan sebenarnya belum cukup aman. Karena itu, gelombang masa sempat menekan dan meminta Pfizer untuk mengungkap laporan penelitian vaksin ke publik.

Laporan Penelitian Vaksin Akhirnya Dirilis

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah mengirim panduan ke negara bagian dan teritori AS. Isinya terkait kemungkinan datangnya salah satu dari 2 vaksin Corona pada akhir Oktober 2020. Namun, nama vaksin itu tak disebutkan dengan jelas. Dokumen tersebut kemudian bocor dan dalam sebuah wawancara, Trump mengisyaratkan bahwa vaksin mungkin akan disetujui pada hari istimewa.

Baca Juga :   Bertambah menjadi 425 Orang, Kasus Positif Covid19 Di Jawa Timur.

Sementara itu, Pfizer telah menerbitkan deskripsi rinci metodologi uji coba yang digunakan dalam usaha menghasilkan vaksin. Kepala eksekutif perusahaan tersebut, Albert Bourla, cukup yakin bisa menyediakan suntikan vaksin pada akhir Oktober 2020. Melansir dari laman New York Times, penelitian vaksin Pfizer dilakukan dengan melibatkan sebanyak 44.000 peserta.

Vaksin lain yang disebut juga akan segera disetujui adalah Moderna. Berbeda dengan Pfizer, perusahaan besar yang juga tengah mengembangkan vaksin corona ini hanya melibatkan 30000 peserta. Vaksin Pfizer dan Moderna diyakini sebagai 2 vaksin yang tertera dalam dokumen yang dirilis oleh CDC sebelumnya.

Di saat vaksin Pfizer diminta siap bulan ini, Moderna justru mengungkapkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui apakah vaksin bekerja dengan efektif atau tidak adalah sampai tahun depan. Artinya waktu tersebut tidak sesuai dengan prediksi optimis Trump. Kendati begitu, Pfizer tetap optimis bisa merilis vaksin paling cepat di bulan Oktober.

Baca Juga :   BPOM Beri Pertimbangan Tentang Perizinan Vaksin Sinovac Untuk Kalangan Lanjut Usia

Sejauh ini, protokol uji klinis Pfizer memberikan detail untuk perusahaan, ilmuwan dan regulator mengenai bagaimana pembuat obat dapat menunjukkan bahwa vaksinnya memenuhi standar keefektifan dan keamanan yang ditetapkan oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA). Hasil dari penerapan protokol tersebut kemudian diserahkan ke FDA untuk ditinjau dan diawasi oleh panel ahli independen. FDA sendiri menegaskan bahwa calon vaksin virus corona harus terbukti setidaknya 50 persen lebih efektif daripada plasebo dalam uji coba skala besar. Hal itu menjadi syarat persetujuan vaksin.

Pfizer sendiri sudah menjalankan uji coba untuk vaksin yang akan diproduksi. Sejauh ini, vaksin sudah memasuki tahap uji coba fase ketiga. Uji coba vaksin Pfizer dilakukan pada hewan, salah satunya tikus. Pemilihan hewan ini dilakukan dengan alasan bahwa gejala dan respons tubuh yang ditunjukkan tikus cenderung sama dengan manusia.

Baca Juga :   Menurut Kadin, Ini 7 Terobosan Yang Diperlukan Untuk Atasi Covid-19

COVID-19 tengah menjadi pandemi dan sudah memakan banyak korban jiwa di dunia. Hingga kini, peneliti dari seluruh dunia tengah berusaha mengembangkan dan memproduksi vaksin untuk melindungi manusia dari virus ini.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : halodoc.com

Bagikan :
error: Content is protected !!