28 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Vaksin Covid-19 Sensitif Panas, Apa Iya Kalo Disimpan Sembarangan Bakal Jadi Racun??

Realita Indonesia – Vaksin sensitif panas, ada jenis vaksin Corona yang bahkan harus disimpan di minus 70 hingga 80 derajat Celcius seperti buatan Pfizer. Maka dari itu, cold chain atau lemari pendingin vaksin diperlukan dalam proses distribusi.

Begitu pula dengan vaksin Corona Sinovac yang dipakai di Indonesia, perlu disimpan dalam suhu tertentu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahkan menyebut puskesmas yang kekurangan lemari pendingin vaksin Corona untuk segera melapor.

Akibat vaksin sensitif panas, tak sedikit negara yang memiliki tantangan untuk mendapat ekstra cold chain atau lemari pendingin khusus vaksin. Terutama beberapa negara berpenghasilan rendah.

Jika vaksin sensitif panas, benarkah jika disimpan sembarangan akan menjadi racun?

Baca Juga :   Sekeluarga Terdiri dari 8 orang Terjebak Reruntuhan Akibat Gempa M 6,2 di Majene

“Penyimpanan yang tepat untuk vaksin berarti menjaganya tetap sangat dingin, seperti pada suhu lemari es minus 2 hingga 8 derajat Celcius atau kadang-kadang serendah minus 80 derajat Celcius, di seluruh rantai pasokan dan distribusi, mulai dari pembuatan hingga pemberian kepada pasien. Freezer tempat penyimpanan vaksin biasanya disebut sebagai ‘cold chain’,” katanya.”Vaksin didasarkan pada biomolekul yang biasanya sangat tidak stabil di luar lingkungan asalnya. Ini berarti mereka dapat dengan cepat rusak atau menjadi beracun, kerusakan ini terjadi jika tidak disimpan dengan benar,” jelas Profesor Jason Hallett, dari Imperial’s Department of Chemical Engineering and Future Vaccine Manufacturing Research Hub dikutip dari laman resmi Imperial.

Baca Juga :   Onno W Purbo raih penghargaan dunia atas kontribusi di dunia internet dan diganjar hadiah Rp2,8 miliar.

Beberapa waktu lalu, pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo juga menjelaskan vaksin Corona sangat mudah degradasi termasuk karena vaksin sensitif panas.

“Kalau pun misalnya kebagian nih yang dipikirkan adalah kirimnya ini distribusinya karena si vaksin itu supaya stabil dia harus minus 80,” sebut Ahmad kala itu, menanggapi distribusi vaksin Corona Pfizer.

“Masalahnya vaksin COVID-19 ini rentan degradasi, sama saja kalau rusak nyuntik air doang, nggak ada manfaatnya mubazir. Padahal barang itu mahal banget,” tegasnya.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : detikhealth.com

Bagikan :
error: Content is protected !!