28 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Vaksin Corona Sudah Tiba di RI, Yuk Siap-siap Cari Cuan!

Realita Indonesia – Risk appetite investor pekan lalu sedang baik sehingga membuat aset-aset keuangan domestik yang cenderung lebih berisiko mengalami kenaikan meski secara bersamaan terjadi lonjakan kasus infeksi Covid-19 yang signifikan.

Pada periode 30 November – 5 Desember rata-rata pertambahan infeksi Covid-19 di dalam negeri mencapai 5.907 kasus per hari. Jumlah kasus meningkat 13% dibanding minggu sebelumnya yang rata-ratanya mencapai 5.228 kasus per hari.

Pada 3 Desember lalu jumlah kasus bertambah sebanyak 8.369 dalam sehari dan merupakan kenaikan harian paling tinggi yang pernah tercatat. Angka infeksi yang naik tajam disebut oleh satuan gugus tugas penanganan Covid-19 diakibatkan karena masalah kompilasi dan sinkronisasi data dari daerah-daerah dengan pusat.

Meskipun begitu secara tren yang dilihat dari pergerakan 7-day moving average, pertambahan kasus infeksi Covid-19 secara nasional sudah berada di angka 5.800 dalam sehari dan berada di kategori mencemaskan.

Baca Juga :   Jelang Ramadhan 2021, Stok Daging Defisit Hingga 200 Ribu Ton

Kendati tren kasus Covid-19 terus meningkat, harga aset-aset berisiko seperti saham masih mampu menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan 3,53% pada periode 30 November – 4 Desember.

Kabar Inggris yang telah merestui kandidat vaksin Pfizer-BioNTech sebanyak 800 ribu dosis untuk digunakan secara darurat mulai pekan depan membuat bursa saham global dan domestik ikut terangkat.

Tak mau ketinggalan dengan Inggris, pihak Uni Eropa rencananya juga akan menyetujui penggunaan vaksin Moderna pada akhir tahun atau awal tahun mendatang. Namun peningkatan harga saham-saham di Tanah Air ternyata tidak dibarengi dengan adanya aksi beli dari investor asing.

Asing justru mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp 3,93 triliun dalam sepekan terakhir. Itu artinya peran investor domestik dalam mengerek harga saham lebih dominan dijumpai.

Di saat yang sama kabar bakal berlanjutnya stimulus fiskal jumbo jilid II di AS serta adanya kemungkinan bank sentral the Fed yang bakal menyuntikkan tambahan likuiditas ke sistem keuangan membuat dolar AS terjungkal.

Baca Juga :   4,5 Juta Pekerja di Sektor Ritel Terancam, Sebab Produk Prancis Banyak Diboikot

Indeks dolar kini sudah berada di rentang terendahnya dalam dua setengah tahun terakhir. Kombinasi kabar baik vaksin Covid-19 dan anjloknya dolar AS membuat mata uang negara berkembang termasuk Rupiah berhasil menguat.

Namun penguatan rupiah terhadap greenback tercatat tipis saja karena hanya mampu terapresiasi 0,04% pada 30 November – 4 Desember. Maklum rupiah sudah menguat dalam delapan pekan beruntun. Di pasar spot rupiah berhasil ditutup Rp 14.085/US$.

Anjloknya dolar AS juga membuat harga emas kembali terbang yang turut mengerek harga emas Antam. Harga emas Antam berhasil mencatatkan penguatan sebesar 2,02% dalam kurun waktu seminggu belakangan.

Namun harga obligasi rupiah pemerintah RI yang jadi acuan yakni tenor 10 tahun justru mengalami koreksi. Hal ini tercermin dari peningkatan imbal hasilnya (yield) yang sebesar 16 basis poin (bps).

Baca Juga :   Waduh! Ada Kendala Di Vaksin AstraZeneca, Tapi Ini Kata Kemenkes

Kasus Covid-19 memang naik dengan signifikan di Indonesia. Namun bank investasi global Morgan Stanley masih optimis terhadap prospek perekonomian di Indonesia tahun depan karena didukung dengan pola pertumbuhan yang lebih tinggi dari rata-rata tren pertumbuhan sebelumnya.

Lebih lanjut dalam laporan terbarunya yang bertajuk ‘Tracking Covid-19 : When Goldilocks Meets Covid-19 Resurgence’, bank investasi Wall Street itu melihat kenaikan inflasi yang masih jinak serta kebijakan big easy money menjadi suatu hal yang positif.

Pekan kemarin BPS juga mengumumkan bahwa tingkat inflasi bulan November juga mengalami peningkatan menjadi 1,59% (yoy) dari 1,44% (yoy) bulan sebelumnya. Laporan ini turut menjadi sentimen positif lain yang mengangkat pasar keuangan Indonesia.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : cnbcindonesia.com

Bagikan :
error: Content is protected !!