12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Utamakan Produk Lokal, ‘Seharusnya Indonesia Pakai Vaksin Merah Putih’ Kata Pakar Kesehatan

Realita Indonesia – Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, mengatakan seharusnya pemerintah menggunakan vaksin Merah Putih untuk menangani pandemi Covid-19. Penggunaan vaksin Merah Putih menunjukkan Indonesia bisa menangani masalah secara mandiri.

“Merah Putih itu kemandirian bangsa karena dalam situasi global kita pahami bahwa vaksin itu walaupun ini bagian dari prioritas tetapi juga melibatkan kepentingan bisnis dunia. Jadi sekian negara harus berusaha mandiri untuk hal-hal seperti ini,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/12).

Hermawan mengakui pengembangan vaksin Merah Putih membutuhkan waktu yang cukup lama. Tahapan pengembangan vaksin dalam negeri tersebut diperkirakan baru rampung pada April 2021 mendatang.

Baca Juga :   Penerapan Protokol Kesehatan di Destinasi Pariwisata Bandung-Jakarta Dipantau Kemenparekraf

Namun, Hermawan membandingkan negara lain di dunia yang memilih menggunakan vaksin produksi sendiri ketimbang vaksin Covid-19 import.

“Kalau Pfizer prinsipal obat dan vaksin utama yang ada di Amerika, di Inggris, Tiongkok Sinovac wajar. Seharusnya Indonesia Merah Putih,” ujar dia.

Hermawan mengapresiasi langkah pemerintah mendatangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dengan alasan aspek kecepatan. Tetapi dia menyayangkan efektivitas vaksin asal Tiongkok itu belum diketahui.

“Oke lah dalam keadaan emergency tetapi emergency dalam jangka pendek tidak berarti juga mengorbankan atau melewati konsep ilmiah, langkah-langkah ilmiahnya secara cepat,” katanya.

Sebelumnya, Hermawan mengatakan ada dua kemungkinan alasan pemerintah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac. Pertama, karena Sinovac sudah membangun komunikasi yang intens dengan pemerintah.

Baca Juga :   Pemuda Di Tegal Di Tangkap Polisi Karena Sebut Gibran Dikasih Jabatan

“Namanya juga orang kalau sudah nyambung komunikasi lebih mudah saja. Tapi kalau kita lihat dari clinical trial kemudian kaitan dengan cita-cita vaksinasi itu sendiri memang banyak belum tuntas,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/12).

Kedua, pemerintah ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa telah berupaya menangani pandemi Covid-19. Pemerintah kemudian berusaha mendatangkan vaksin Sinovac secara bertahap meskipun tidak bisa langsung digunakan karena efektivitasnya belum diuji.

“Pemerintah meyakinkan bahwa pemerintah berupaya, berusaha sehingga vaksin ini ada dan terparkir di Indonesia. Walaupun dengan segala macam situasinya, vaksin 1,2 juta bukan vaksin yang diuji cobakan di Indonesia. Paling tidak sudah ada,” jelasnya.

Lantaran efektivitas vaksin Sinovac belum diketahui, Hermawan meminta masyarakat tetap fokus menerapkan protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Baca Juga :   Warga Diimbau Untuk Waspada Penyakit DBD, Karena Sudah Memasuki Musim Hujan

“Jadi ini intinya di satu sisi kita apresiasi tetapi secara umum vaksin ini harapan kita semua tapi bukan sebuah kenyataan atau belum menjadi kenyataan saat ini. Jadi masyarakat tidak perlu terjebak atau terlena atau menjadi cuek dengan harapan vaksin,” tandasnya.

Editor : Realita Indonesia

Sumber  : Merdeka.com

Bagikan :
error: Content is protected !!