17 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Usaha Jasa Pernikahan Mulai Berkembang, Komunitas Wedding Garut Bentuk Badan Hukum

komunitas weeding garut mulai membentuk hukum,karena jasa pernikahan mulai menggeliat (foto Dok.jurnalgarut.pikiran-rakyat.com)

Realita Indonesia – Usaha jasa pernikahan yang sempat lesu akibat dampak pandemi Covid-19 perlahan mulai bergeliat. Sejak bulan Juli, pesta pernikahan mulai diizinkan pemerintah.

Ketua Komunitas Wedding Garut (KWG), Budi Kurniadi, mengaku selama tiga bulan para pengusaha jasa pernikahan cukup kesulitan. Kini, para pengusaha bisa memulai beraktivitas meski ada perbedaan.

“Kami juga sudah melakukan simulasi pernikahan dan jadi gambaran untuk mengadakan pesta pernikahan di era new normal ini,” jelas Budi

Menurutnya, ada 200 pelaku usaha yang tergabung di KWG. Seperti pengusaha katering, dekorasi, perias pengantin, MC, wedding organizer, sampai kesenian tradisional.

Walau usaha jasa pernikahan sempat merosot selama tiga bulan, para pengusaha tetap bisa bertahan. Industri wedding pun akan menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Baca Juga :   KPK Tangkap 16 Orang, OTT Bupati Banggai Laut.

KWG yang hanya sebuah komunitas, diakui Budi sulit untuk bergerak. Pihaknya pun berencana untuk menguatkan dengan membentuk sebuah badan hukum.

“Komunitas kan hanya untuk internal saja. Sulit untuk bergerak ke eksternal. Seperti saat simulasi wedding kemarin, kami kesulitan berhubungan dengan pihak luar karena tidak ada badan hukum,” katanya.

Rencananya, pada 31 Agustus 2020, KWG akan mengadakan kongres pertama untuk memilih ketua dan membentuk badan hukum. Pihaknya pun mengajak pelaku jasa kpernikahan untuk bisa bergabung.

Nantinya badan hukum ini bisa mengatur hingga ke detail harga agar tak persaingan yang merugikan. Badan hukum itu juga akan membantu pengembangan usaha pelaku jasa pernikahan.

Baca Juga :   Pasien Positif Covid-19 Bertambah 12 Orang, Di Wisma Atlet.

“Pembentukan badan hukum juga bisa meningkatkan profesionalitas anggota. Pengusaha jasa pernikahan, merupakan sebuah profesi. Kami juga akan mengatur soal persaingan harga antarvendor,” pungkasnya.

Pengurus KWG, Cecep Safa’atul Barkah, menambahkan perputaran uang di acara pernikahan yang ada di Garut cukup tinggi. Rata-rata dalam sehari bisa ada 100 acara pernikahan dengan dana per acara Rp 100 juta.

“Jadi jangan diremehkan pesta pernikahan ini. Sebenarnya bisa membantu UMKM lainnya. Makanya kami ingin dibadan hukumkan biar datanya lebih valid,” ucap Cecep.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : jurnalgarut.pikiran-rakyat.com

Bagikan :
error: Content is protected !!