13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Untuk Pengembangan Ekosistem Mobil Listrik, PLN Gandeng Empat Mitra Ini Apa Saja?

Realita Indonesia – PLN berupaya mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik berbasis listrik (KBL) di Indonesia. Satu caranya yakni menandatangani Nota Kesepahaman dengan empat mitra kendaraan listrik pada Rabu, 18 November 2020. “Masyarakat tak perlu ragu karena PLN siap mendukung dan mengembangkan ekosistemnya,” ujar Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini.

Keempat mitra tersebut adalah Grab, WIMA/Gesits, Hyundai, dan Wuling yang saat ini mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai. Grab menyediakan sekitar 5.000 mobil dan motor listrik dalam layanan jasanya, WIMA memproduksi motor listrik merek Gesits, sedangkan mobil listrik Hyundai dan Wuling bersiap penetrasi pasar.

Ada enam ruang lingkup yang dijabarkan di Nota Kesepakatan, yakni studi dan perencanaan bersama untuk mempercepat kendaraan berbasis listrik di Indonesia dan standardisasi protokol komunikasi antara home charger dengan sistem aplikasi PLN.

Berikutnya penyediaan kecukupan daya sambungan listrik kepada pembeli kendaraan bermotor listrik, kolaborasi layanan PLN dan dukungan kepada kendaraan bermotor listrik, join sewa antara PLN dengan mitra kendaraan listrik, dan join branding.

Baca Juga :   Untuk Sektor Pariwisata, Menparekraf Sandiaga Uno Target Salurkan Anggaran Rp 100 M

Penerapan kesepakatan tersebut yakni PLN akan mengembangkan aplikasi yang terhubung dengan peranti pada kendaraan yang diproduksi para mitra, sehingga masyarakat pengguna mudah mencari lokasi stasiun pengisian listrik terdekat.

“Saat membeli kendaraan listrik juga akan memasukkan data pribadi ke dalam aplikasi tersebut, sehingga kalau PLN sedang ada diskon, mereka bisa tahu dan dapat promo. Pokoknya semua terintegrasi,” kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Syahril pada jumpa pers.

Produsen kendaraan listrik menyatakan ekosistem saatnya dibentuk agar masyarakat menerima kendaran listrik. Pabrikan asal Korea Selatan Hyundai memproduksi mobil listrik Ionic Electric serta menyiapkan charging station di setiap dealer, dan sejumlah titik pengisian listrik di jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya.

Baca Juga :   Inilah Fakta CPNS 2021 Yang Bakal Digelar, Mulai Dari Formasi, Cara Daftar Hingga Jadwalnya

“Ekosistem hanya akan terjadi jika ada kerja sama lintas sektor. Kami yakin ini akan membuat Indonesia semakin siap menyambut era kendaraan listrik,” ujar Makmur, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesinya.

Sedangkan Grab Indonesia telah menyediakan taksi online menggunakan mobil listrik dan motor listrik. Pihaknya sangat terbantu dengan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dibangun PLN. “Dengan infrastruktur yang fast charging, mitra kami tidak perlu menunggu lama,” ujar Director of government affairs and strategic collaboration Grab, Ridzki Kramadibrata.

Rizki berharap PLN dan mitra terkait menyiapkan infrastruktur sebanyak mungkin, karena pengalaman membuktikan bahwa pelanggan Grab bisa beradaptasi.Saat ini terdapat 5.020 SPLU se-Indonesia dan 16 SPKLU sedangkan swasta membangun 65 SPKLU khusus.

Baca Juga :   Demi Pertukaran Tahanan, Hamas Siap Berdialog Dengan Israel

Peminat mobil listrik harus menyiapkan daya listrik yang cukup besar jika ingin mengisi secara pribadi. Mobil Hyundai membutuhkan minimal daya 2.200 watt, sedangkan Wuling membutuhkan sekira 3.500 watt.Untuk pemilik mobol listrik Hyundai dan Wuling minimal membutuhkan daya listrik di rumah sebesar 5.500 watt.

Hanya motor Gesits yang terbilang mudah untuk berbagai kalangan. “Normal charging motor kami cukup dengan 900 watt, bisa untuk mayoritas rumah tangga di Indonesia,” kata Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur M Samyarto.

PLN berharap masyarakat tak ragu menggunakan kendaraan listrik karena aplikasi PLN yang terintegrasi dengan data pelanggan akan memberikan potongan harga jika masyarakat ingin menambah daya listrik untuk rumah tangga. “Nggak usah takut, harga untuk daya 5.500 watt sama dengan 1.300 watt,” kata Bob.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!