Tubuh Kamu Sering Lepek? Yuk Kenali Penyakit Hiperhidrosis

Realita Indonesia – Berkeringat merupakan hal yang normal dan sehat. Biasanya, kelenjar keringat pada kulit akan mengeluarkan keringat ketika suhu tubuh naik seperti saat berolahraga, demam, cemas, stres, konsumsi makanan pedas, minuman soda, kafein, hingga konsumsi minuman beralkohol.

Namun, waspadalah jika Anda mengalami keringat berlebihan secara tidak wajar. Kondisi ini disebut sebagai hiperhidrosis. Hiperhidrosis dapat dialami oleh siapa saja, meski sebagian besar penderita mulai mengalaminya saat usia anak-anak atau remaja.

“Hiperhidrosis adalah kondisi di mana seseorang memproduksi keringat dengan jumlah berlebih pada beberapa bagian tubih, salah satunya adalah ketiak. Kondisi ini biasanya tidak berhubungan dengan suhu tubuh atau olahraga,” jelas dermatologis dr. Melyawati Hermawan, SpKK saat acara peluncuran Dove Sensitive Deodorant di The Hermitage, Jakarta, Kamis (11/7).

Baca Juga :   [UPDATE] 16 Juni, Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia Sore Ini

“Hiperhidrosis di laki-laki, di wanita ada. Cuma wanita lebih genit, lebih meratiin. Enggak mau ada basah dan bau-bau enggak enak. Budaya kita kan harus rapi, cantik jadi wanita dan pria bisa mengalami,” lanjutnya.

Orang dengan hiperhidrosis, dr. Melyawati menambahkan, biasanya akan mengalami berkeringat berlebih meski tidak melakukan aktivitas apapun dan termasuk saat sedang berada di ruang ber-AC. Meski tidak membahayakan, hiperhidrosis bisa berpengaruh buruk terhadap kualitas hidup penderita serta dapat menimbulkan perasaan malu, stres, depresi dan gelisah.

“Enggak aktivitas saja keringatan, sampai basah. Di dalam ruangan, yang ada AC-nya bisa keringetan, lepek. Dan enggak ketiak saja tapi juga kepala kuyup, tangan, telapak kaki keringatan. Dampaknya secara fisik enggak nyaman. Jadi ganggu pekerjaan dan enggak pede. Ganggu hubungan ke masyarakat, jadi terbatas dan bisa depresi,” tuturnya.

Baca Juga :   Tragedi Sriwijaya Air : Penyelam Temukan Seragam Pramugari Sriwijaya Air Hingga Gaun Pengantin

Beban kerja yang menumpuk hingga mempengaruhi stres dan ditambah gaya hidup kurang sehat pun disebut-sebut menjadi faktor pencetus hiperhidrosis. “Penggunaan deodoran disertai antiperspirant dapat membantu mengatasi permasalahan keringat berlebih yang umumnya terjadi akibat gaya hidup seperti mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berkafein, obat-obatan dan kondisi emosional seperti stres dan rasa khawatir,” pungkasnya.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : sindonews.com

Bagikan :

Next Post

Kotoran Telinga Punya Warna Masing-masing, Kalo Gelap Tandanya Kamu Lagi Stres!

Sel Sep 15 , 2020
Realita Indonesia – Tahukah kamu, jika tekstur dan warna kotoran pada telinga sangat berkaitan erat dengan kondisi kesehatan seseorang. Kamu bisa mendeteksi hal apa gerangan yang terjadi di dalam tubuhmu dengan hanya mengecek warna dan terkstur telingamu itu. 1. Kuning Pucat Warna kuning pucat adalah warna umum yang dimiliki anak-anak. […]

Breaking News

error: Content is protected !!