24 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

TM Ragunan Belum Terima Peraturan Resmi Terkait Dibukanya Tempat Wisata

Foto Petugas memberikan makan Harimau benggala di Taman Margasatwa Ragunan (Dok. kompas.com)

Realita Indonesia – Kepala Satuan Pelaksanaan Promosi Taman Margasatwa (TM) Ragunan Ketut Widarsana mengaku belum mendapat arahan resmi dari Dinas terkait berkait rencana dibukanya seluruh tempat wisata di Jakarta pada tanggal 21 Juni mendatang.

Rencana tersebut baru saja disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui siaran langsung kanal YouTube Pemprov DKI, Kamis (4/6/2020).

Namun, Ketut mengaku belum mendapat surat edaran resmi terkait protokol yang harus diterapkan tempat wisata di masa pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) transisi.

“Kami tunggu, tapi yang jelas saya belum ada arahan pimpinan, saya belum berani kasih statement harus buka tanggal berapa,” kata dia saat dihubungi, Kamis.

Tidak hanya itu, Ketut juga belum mengetahui soal peraturan baru yang menyatakan bahwa tempat wisata dilarang menerima wisatawan anak-anak dan ibu hamil.

Baca Juga :   Pemerintah Minta 'Bantuan' Rp1.000 Triliun Swasta, Katanya RI Mau Resesi

Di luar aturan yang harus diikuti, Ketut memastikan bahwa TM Ragunan sudah siap secara manajamen dan fasilitas ketika harus beroperasi kembali dalam waktu dekat.

Berbagai fasilitas dan protokol kesehatan sudah disiapkan agar wisawatan bisa berekreasi dengan mengikuti aturan PSBB.

“Secara sarana kami sudah siap. Di depan loket antrean sudah membuat sekat-sekat pembatas untuk menjaga social distancing-nya. Nanti kami pasangkan sanitizer di keset pintu utama, mengharuskan pelangan memakai masker dan sebagainya,” ujar dia.

Jika aturan yang disampaikan Anies sudah resmi diterapkan, Ketut mengaku akan melakukan sosialisasi di laman sosial media milik TM Ragunan dan media-media lain.

“Tentu di link pendaftaran atau laman media sosial kami kasih sosialisasi lah, supaya ibu-ibu hamil dan anak-anak tidak boleh berkunjung ke Ragunan,” ucapnya. “Intinya apapun peraturan gubernur, kami mau tidak mau harus siap,” tambah dia.

Baca Juga :   PSBB DKI Diperpanjang Anies Baswedan Selama 2 Pekan, Hingga 22 februari 2021

Sebelumnya, dalam jumpa pers Anies mengatakan bahwa taman rekreasi baik di ruangan (indoor) maupun ruang terbuka (outdoor) baru bisa dimulai pada Minggu, 21 Juni 2020. Terkait protokol pelaksanaannya, Anies menegaskan bahwa ibu yang sedang hamil tidak boleh memasuki kawasan rekreasi tersebut.

Pelarangan yang sama juga berlaku bagi anak-anak. Namun, belum dijelaskan usia berapa yang dilarang masuk ke lokasi rekreasi. Selain itu, protokol hanya boleh mengisi 50 persen kapasitas juga berlaku bagi tempat rekreasi tersebut.

PSBB diperpanjang

Anies Baswedan memutuskan untuk kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota. Kami di Gugus Tugas memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI diperpanjang. Dan menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi,” ujar Anies

Baca Juga :   Bingung Masak Kepiting, Yuk Bikin Prekedel Kepiting!

Adapun, jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 7.539 pasien per Kamis siang ini. Dari jumlah tersebut, 2.530 orang dinyatakan telah sembuh dan 529 orang meninggal dunia.

Sedangkan, 1.699 pasien masih menjalani perawatan di rumaha sakit dan 2.781 orang melakukan isolasi mandiri di rumah Untuk orang tanpa gejala (OTG) hingga kini telah mencapai 18.832 orang.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : megapolitan.kompas.com

Bagikan :
error: Content is protected !!