13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Ternyata Ini Alasan Santri di Deli Serdang Menganiaya Adik Kelasnya Hingga Tewas

realitaindonesia.com – Seorang santri tewas diduga dianiaya oleh kakak kelasnya.

Peristiwa itu terjadi Pesantren Darul Arafah Raya, Jalan Glugur Rimbun, Desa Lau Bakeri, Kecamatan
Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pelaku awalnya menegur korban karena dianggap kurang disiplin.

Teguran itu disertai dengan pemukulan hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Korban sempat dibawah ke klinik di pesantren, namun nahas nyawanya tak tertolong.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Hendri Surbakti mengatakan korban meninggal setelah dipukul oleh APH
(18).

Berdasarkan keterangan dari pelaku yang diterima kepolisian, APH melakukan penganiayaan terhadap
Furqan Wahyu Alfatah (14) karena dianggap tidak disiplin sehingga ia menegur korban yang disertai
pemukulan.

“Merasa junior kurang respek. Junior dianggap kurang disiplin sehingga dibariskan oleh seniornya ada
sepuluh orang. Kemudian ada dinasehati dan ada pemukulan disitu,” Kata Kapolsek Kutalimbaru AKP
Hendri Surbakti saat dikonfirmasi, Senin (7/6/2021).

Baca Juga :   Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan kerumunan di Megamendung

Singkat cerita, Furqan Wahyu Alfatah dipukul dan langsung tergeletak.

Setelah pingsan lalu korban dibawa ke sebuah klinik dan ternyata korban sudah meninggal dunia pada
Sabtu (5/6/2021) pukul 22:00 WIB.

“Sekali pukul, rupanya jatuh. Ini kondisi fisiknya enggak tahu lagi bagaimana. Jatuh, dibawa ke klinik
rupanya meninggal,” ucapnya.

Akibat peristiwa tersebut polisi melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dan menetapkan satu
orang tersangka inisial APH (18)

Jenazah korban sudah diotopsi dan dipulangkan ke rumahnya di Aceh.

“Satu tersangka, sudah ditahan. Sudah diotopsi dan dibawa ke RS Bhayangkara. 351 f 3 juncto 338,”
tutupnya.

 

Artikel ini telah tayang di :
https://www.tribunnews.com/regional/2021/06/07/dianggap-tidak-disiplin-jadi-pemicu-kakak-kelas-
pukul-santri-hingga-tewas

Bagikan :
error: Content is protected !!