14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Teguh dan Bajo akan Bangun Kota Solo Tanpa Meninggalkan Budaya, Janji Gibran.

Realita Indonesia – Debat publik kedua Pilkada Solo yang digelar pada Kamis (3/12) malam berlangsung seru. Kedua pasangan calon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) memaparkan konsep mereka untuk membangun dan memajukan Kota Solo dengan tanpa meninggalkan sektor budaya.

Dalam 5 tahun terakhir Kota Solo memang menjadi rujukan kegiatan bertaraf nasional dan internasional. Hal tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan branding dan daya saing di berbagai sektor. Untuk itu kolaborasi antara akademisi, pemerintah, komunitas dan media sangat diperlukan.

Pasangan Bagyo Wahyono – FX Supardjo (Bajo) menilai, sektor pariwisata sangat penting untuk meningkatkan branding Kota Solo. Untuk itu pihaknya akan fokus menggarap sektor tersebut dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.

Baca Juga :   Selama Proses Distribusi, Bio Farma Menjaga Kualitas Vaksin Covid-19 Dengan Rinci

“Sektor pariwisata sangat penting untuk akan kita garap dan akan kita perhatikan. Bangunan Keraton Surakarta akan kita rehab,” katanya.

Demikian juga dengan aset-aset pariwisata dan tempat tempat hiburan lainnya. Terutama tempat hiburan kesenian tradisional dan lainnya. Seperti Gedung Wayang Orang Sriwedari dan tempat untuk pertunjukan keroncong dan lainnya.

“Termasuk juga pasar tradisional dan aset-aset pariwisata lainnya akan kita benahi,” katanya.

Terkait langkah langkah strategis yang akan dilakukan pasangan Gibran-Teguh untuk kemajuan Kota Solo, calon dari PDIP menyebut pentingnya budaya dan nilai-nilai tradisional. Pembangunan kota ke depan tidak boleh menghilangkan sejarah masa lalu.

“Kota Solo yang modern tidak boleh berdiri di atas puing puing artefak kota lama. Pasar tradisional, paguyuban seni, komunitas seni, warisan budaya, Ini adalah pilar pilar kekuatan kota Solo. Ini adalah magnet yang akan mendatangkan wisatawan wisatawan ke Solo,” katanya.

Baca Juga :   Pesawat N219 Buatan Anak Bangsa Resmi Disertifikasi Kemenhub, Jadi Tonggak Bersejarah Indonesia

Menurut putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, di tengah pembangunan kota yang masif, Solo tidak boleh kehilangan jati diri dan karakternya.

“Solo masa depan adalah Solo masa lalu. Solo yang modern adalah Solo yang tradisional,” katanya lagi.

Gibran juga menyatakan, untuk melawan radikalisme harus ada pendekatan budaya. Ia ingin nantinya gamelan gamelan yang sudah dihibahkan di setiap kelurahan, bisa dipelajari dan dimanfaatkan oleh anak-anak atau generasi muda. Dengan demikian, lanjut dia, generasi muda mempunyai rasa memiliki dan kecintaan terhadap budaya sendiri.

“Jadi kita ingin pendekatan budaya untuk melawan radikalisme,” tutupnya.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!