Syahganda Nainggolan Dicecar Soal Sejumlah Cuitan di Twitter, Ungkap Deklarator KAMI

Realita Indonesia – Sekretaris Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan yang ditangkap polisi Selasa (13/10/2020) dini hari telah menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Dia ditanya soal sejumlah cuitannya di akun Twitter.

Menurut deklarator KAMI Andrianto, tim advokasi tadi siang mendampingi Syahganda menjalani pemeriksaan. Andrianto menyebut Syahganda dalam kondisi sehat.

“Bang Ganda paling banyak ditanya soal Twitter-nya. Dipertanyakan satu per satu twit tanggal sekian, lalu Bang Ganda menjelaskan,” ujar Andrianto.

Soal Jumhur Hidayat yang juga diamankan tadi pagi, Andrianto menyebut hingga pukul 15.00 WIB, Jumhur tidak bisa didampingi karena masih dalam pengawasan Kasubdit. Dia menduga, Jumhur diamankan supaya demonstrasi hari ini tidak ramai. “Jumhur kan singa podium, mungkin diamankan saja. Apalagi dia juga baru selesai menjalani operasi,” katanya.

Baca Juga :   Saat Geledah Rumah Ihsan Yunus, KPK Tidak Temukan Dokumen Terkait Kasus Bansos

Diberitakan sebelumnya, Syahganda Nainggolan ditangkap polisi pada Selasa (13/10/2020) pagi. Informasi penangkapan Syahganda oleh Mabes Polri beredar dalam pesan berantai di WhatsApp group dan media sosial. Penangkapan diduga terkait cuitannya di media sosial Twitter.
Dalam hal ini, Syahganda Nainggolan diciduk oleh kepolisian lantaran kasus dugaan tindak pidana UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Pada surat penangkapan itu, Syahganda disangka melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga :   Bayu dicopot karena dianggap lalai menerapkan protokol kesehatan saat kerumunan acara Rizieq Syihab.

Sementara, Jumhur juga diamankan tidak lama setelah Syahganda ditangkap.Polri menyatakan bahwa sejauh ini ada delapan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap Bareskrim Polri di dua kota yakni Jakarta dan Medan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyebut bahwa kedelapan orang itu diciduk oleh tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

“Yang ditangkap tim siber Bareskrim di Medan Juliana, Devi Khairi Amri, Wahyu Rasari Putri. Jakarta, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Kingkin,” kata Awi, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!