27 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Surat Keterangan Sehat Cukup ‘Dibuat’ Orang Tua, Syarat PPDB SMK

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi. (Foto: Humas Disdik Jatim)

Realita Indonesia – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk mengganti kebijakan persyaratan surat keterangan sehat pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan surat keterangan orang tua bermaterai. Kebijakan ini diterapakan untuk menyesuaikan dengan pandemi virus korona (covid-19).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, kebijakan ini diambil untuk tetap memfasilitasi persyaratan sejumlah jurusan di SMK yang mempertimbangkan tinggi badan dan tidak buta warna.

“Jadi siswa tidak perlu ke rumah sakit untuk membuat surat keterangan sehat. Sebab surat ini bisa diganti dengan keterangan orang tua bermaterai,” ujarnya.

Wahid mengatakan, formulir surat keterangan ini bisa diambil di laman PPDBJatim.net.

Baca Juga :   Piala Menpora 2021 : Jadi Penentu Pelaksanaan Liga 1 Dan Liga 2

Setelah dibuat dan ditandatangani orang tua, siswa tidak perlu menyerahkan berkas asli ke sekolah, tetapi tinggal mengunggahnya di laman pendaftaran.

“Nanti verifikasinya setelah masuk sekolah, kalau memang nanti ditemukan yang tidak sesuai, misal buta warna maka sekolah bisa mengambil kebijakan memindahkan siswa ke jurusan yang tidak mensyaratkan buta warna,” ucapnya.

Selain ada yang mensyaratkan tinggi badan dan tidak buta warna, PPDB jenjang SMK negeri terbagi menjadi jalur afirmasi sebanyak 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua sebanyak lima persen, dan jalur prestasi hasil perlombaan dan atau penghargaan sebanyak lima persen.

“Sisanya jalur reguler sebanyak 75 persen seleksinya memakai nilai rapor. Tahun lalu pakai UN, tahun ini pakai nilai rapor mulai semester satu sampai lima,” kata mantan kepala dinas perhubungan Jatim tersebut.

Baca Juga :   'Sudah Barter Dengan UU MK' Ungkap Pakar Hukum, Untuk Jokowi Yang Mempersilahkan Untuk Uji Materi UU Ciptaker

Di sisi lain, pada PPDB SMA/SMK tahun ini penentuan lokasi jarak rumah ke sekolah bisa dilakukan secara mandiri oleh siswa di rumahnya.

“Pada PPDB tahun ini, sistem yang dibuat dalam aplikasi sudah bisa dipahami dengan mudah oleh masyarakat awam sehingga tak perlu ke sekolah terdekat untuk menentukan titik lokasi rumahnya,” katanya.

Aplikasi tersebut dibuat Dispendik Jatim bekerja sama dengan tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, bahkan jika masih kesulitan bisa menghubungi call center dan datang ke SMA/SMK negeri terdekat.

Tak itu saja, pihaknya telah meminta sekolah untuk menyiagakan petugas guna membantu pelaksanaan PPDB sejak 27 April 2020, yaitu membantu memasukkan nilai rapor bagi siswa yang lulus sebelum tahun 2020.

Baca Juga :   Irwandi menegaskan Lurah Petamburan, Setiyanto tidak dicopot dari jabatannya.

Selain itu, untuk membantu siswa dari luar Jawa Timur dan siswa yang belum difasilitasi sekolah asalnya untuk memasukkan nilai rapornya ke laman PPDB.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : medcom.id

Bagikan :
error: Content is protected !!