13 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Sudah Sampai Mana Pengembangannya?, Vaksin Corona Indonesia

illustrasi vaksin ( foto Dok.klikDokter )

Realita Indonesia – Tak hanya ilmuwan dunia yang masih sibuk dengan pengembangan hingga uji klinis kandidat-kandidat vaksin corona.

Ilmuwan Indonesia di Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman saat ini juga sedang berupaya menyelesaikan pengembangan vaksin.

Pengembangan vaksin corona di Indonesia oleh LBM Eijkman dilakukan bekerjasama dengan Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19, serta Bio Farma dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Kepala LBM Eijkman Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph. D, Sp. MK (K) mengatakan vaksin tersebut sedang dikerjakan dan masih dalam pengembangan hingga dua atau tiga bulan ke depan.

Hal itu diungkapkan Prof Amin dalam forum diskusi berjudul Meninjau Kemajuan Pengembangan dan Produksi Vaksin Covid-19 di Indonesia, Rabu (26/8/2020).
“Proses minggu ke-3 pada bulan Agustus 2020 sudah pada tahap pengembangan metode alternatif dari sel mamalia sudah dimulai dengan persiapan ampilifikasi gen SARS-CoV-2 untuk ekspresi di sel ragi, sehingga saat ini gen RBD sudah diperoleh,” ungkap Prof Amin.

Baca Juga :   Kubis Dan Brokoli Mampu Kurangi Resiko Jantung Menurut Studi

Vaksin dengan memanfaatkan RBD memiliki fungsi untuk membangkitkan kekebalan tubuh dengan proteksi yang tinggi dan reaksi “antibody enhancement” minimal atau tidak ada sama sekali.

“Kemudian, penyiapan koleksi gen target untuk sel mamalia sudah dilakukan, sehingga di dapat gen S, gen S1, gen RBD, dan gen N. Semua sudah masuk proses transfeksi ke sel mamalia,” jelas Prof Amin.

Lebih lanjut Prof Amin menjelaskan semua plasmid rekombinan telah terverifikasi sekuen gen insertnya dan sesuai dengan sekuen virus isolat lokal Indonesia yang digunakan.

Secara keseluruhan, proses pengerjaan masih sesuai timeline pengembangan vaksin, walaupun target yang dikembangkan bertambah jadi tiga sistem.

Lantas, seperti apakah tahapan proses pembuatan vaksin virus corona hingga berhasil?

Baca Juga :   Kedekatan Calon Kapolri Dan Jokowi Diharapkan KontraS Nggak Bikin Konflik Kepentingan

1.Isolasi gen virus di Indonesia

2.Akhirnya analisis gen spike

3.Baru kloning gen S dan N

4.Ada ekspresi protein yang rekombinan

5.Protein rekombinan itu menjadi antigen (kandidat vaksin)

6.Uji antigenisitas dan imunogenisitas

7.Di uji pada hewan coba

8.Seed vaccine ke Biofarma

Hingga vaksin ditemukan atau bahkan jika vaksin sudah di temukan, maka masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan, 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Kendati saat ini ilmuwan di sejumlah negara juga sibuk menyelesaikan pengembangan vaksin, bahkan beberapa telah menyelesaikan fase 3 uji klinis, namun Prof Amin menegaskan kita juga perlu untuk mengembangkan vaksin corona sendiri.

“Apakah kita mau beli semua vaksin dari luar? Belum tentu kapasitas vaksin di seluruh dunia mencukupi. Untuk itu Indonesia harus memiliki kemampuan untuk memiliki, mengembangkan dan produksi vaksin sendiri,” ujar Amin.

Baca Juga :   Banjir Lagi, DPRD Minta Pemprov DKI Perbaiki Infrastruktur Jakarta

Editor : Realita Indonesia
Sumber : kompas.com

Bagikan :
error: Content is protected !!