12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Stafsus Erick Thohir Laporan Polisi “Penghinaan Komisaris BUMN” Bermula dari Grup WA

Realita Indonesia – 17/11/2020, 09:02 WIB Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Realita Indonesia – DPP Posko Perjuangan Rakyat ( Pospera) secara resmi melaporkan Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingg ke Mabes Polri. Laporan diterima dengan nomor LP/B/0647/XI/2020/Bareskrim tanggal 16 November 2020. Ketua Umum DPP Pospera, Mustar Bona Ventura Manurung, mengatakan laporan ke polisi dilakukan atas dasar ucapan Arya Sinulingga yang dianggap menghina organisasi dan para anggota Pospera yang didapuk menjadi komisaris di sejumlah BUMN. Menurut Bona Ventura, laporannya ke polisi bermula dari pernyataan Arya Sinulingga di sebuah percakapan Grup Whatsapp (WA).

Di grup WA bernama “Membangun Negeri” itu, Arya disebut-sebut mengatakan kalau ada beberapa BUMN merugi karena komisarinya berasal dari Pospera. Dikonfirmasi Bona, dalam grup WA tersebut, Arya Sinulingga mengomentari sebuah link berita yang dibagikan ke percakapan grup dengan menulis “Banyak perusahaan yang komisarisnya Pospera selama lima tahun pada rugi semua. Bikin pusing memang”.

Baca Juga :   Bukan Kebijakan Fiskal Saja Yang Menaikkan Cukai Rokok, Tapi Kesehatan Juga Kata Kemenkeu

Komisaris BUMN Pelapor Stafsus Erick ke Polisi Pospera sendiri merupakan salah satu unsur relawan Jokowi di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Saat ini, menurut Bona, ada tujuh orang kader Pospera yang ditugasi pemerintah sebagai komisaris BUMN. Menurut Bona Ventura, pernyataan Arya Sinulingga di grup WA tersebut tak sesuai fakta. Nyatanya, BUMN yang menempatkan kader Pospera sebagai pengawasnya justru mencatatkan laba di laporan keuangannya.

Bona yang juga tercatat menjadi Komisaris BUMN PT Dahana (Persero) ini, tak merinci perusahaan-perusahaan negara mana saja yang komisarisnya berasal dari Pospera. “Kenapa dia sampaikan tidak sesuai fakta. Ada 7 komisaris dari Pospera yang ditugaskan Presiden jadi komisaris BUMN. Faktanya laporan keuangan bagus tuh, bisa berikan dividen untuk negara,” terang Bona kepada Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

Komisaris BUMN Sebelum melontarkan pernyataan, kata Bona, seharusnya Arya mengecek dulu laporan keuangan BUMN-BUMN yang komisarisnya berasal dari Pospera. “Lalu yang ditulis Arya Sinulingga (di grup WA) itu apa? Yang mana (BUMN yang rugi)? Dia kan Stafsus, juru bicara Kementerian BUMN. Jangan asal bicara dong,” kata Bona lagi.

Baca Juga :   Pangdam Jaya Tanggapi Kritikan Soal TNI Turunkan Baliho Rizieq Shihab

Ia melanjutkan, pernyataan Arya tak hanya menyerang organisasi, namun juga menyerang pribadi dan menimbulkan kegaduhan. “Ini selain kemudian mencemarkan nama baik organisasi, secara tidak langsung pernyataan Arya membunuh karakter teman-teman yang mendapatkan penugasan di BUMN dong,” ujar Bona Ventura.

Komisaris BUMN dari Relawan Jokowi Karena dianggap mencemarkan nama baik di media sosial, itulah sebabnya Pospera bulat untuk melaporkan Arya Sinulingga ke Mabes Polri. “Bayangkan kalau misal saya komisaris BUMN, lalu dia tulis komisarisnya Pospera yang bikin BUMN rugi. Menurut saya, kalimat ini sangat tendensius, sangat tidak sesuai fakta,” ungkap Bona.

Sebelumnya, Bona sudah meminta Arya Sinulingga meminta maaf secara terbuka. Namun tak ada tanggapan sama sekali dari Komisaris PT Inalum (Persero) tersebut. “Kita sudah minta 3 hari 2×24 jam agar Arya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf atas pernyataannya. Tapi itu tidak diindahkan,” kata Bona Ventura.

Baca Juga :   Di Laut Natuna Utara, Kapal KKP Kejar-kejaran dengan Kapal Patroli Vietnam Ada Apa Ya?

Komisaris BUMN Lantaran tidak ada itikad baik, lanjut Bona, pihaknya akhirnya terpaksa melaporkan Arya Sinulingga ke polisi. Laporan tak hanya ke Mabes Polri, namun juga ke 27 Polda di Indonesia. “Karena kita taat hukum, kita memahami hukum, maka kita lakukan pelaporan sesuai ketentuan hukum,” kata Bona.

Laporan Bona Ventura tersebut merupakan buntut pernyataan Arya Sinulingga yang menyebut banyak komisaris dari Prospera yang ditempatkan di BUMN dan menjadi salah satu penyebab kerugian. Seperti diketahui, selain dikenal sebagai juru bicara sekaligus Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya juga dikenal sebagai salah satu relawan pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Sumber : Kompas.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!