Sigung Sumatera, Hewan Langka yang Ditemukan Warga di Solok Kini Sudah Dilepas Liarkan di Habitatnya

realitaindonesia.com – Sigung, satwa langka yang memiliki tubuh seperti beruang ditemukan warga di Jorong Sukarami, Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Guguak Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Kemudian, binatang langka tersebut diserahkan kepada Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Solok.

Kini, hewan yang mengeluarkan bau tersebut sudah dilepas liarkan pihak BKSDA di habitatnya.

Sigung adalah satwa yang mengeluarkan bau busuk dan itu merupakan ciri khas satwa tersebut.

Satwa tersebut hampir sama dengan binturung dan beruang, tapi memiliki ekor. Selain itu, memiliki kuku panjang, badan memanjang. Bentuk wajah sigung menyerupai binturung dan beruang. Sedangkan pada sebagian badan dan ekor, rambutnya berwarna putih.

Baca Juga :   Jakarta Banjir Lagi, Pengusaha Mengeluh : Ibarat Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga Pula

Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Solok, Afrilius mengatakan, satwa tersebut ditemukan warga, Selasa (22/6/2021). Alfrilius mengatakan, satwa yang ditemukan warga itu merupakan Sigung Sumatera.

“Kami petugas BKSDA mengetahui hal ini dari media sosial, ada yang memposting di Facebook,” kata Rabu (23/6/2021).

Kata dia, selanjutnya ada yang menghubungi pihaknya bahwa ditemukan satwa langka yang telah diposting di Facebook.

“Dikarenakan kemarin hujan, hari ini kita ke lokasi untuk melihat satwa tersebut,” katanya.

Ia menyebutkan, setelah melihat satwa tersebut dan dinyatakan dalam kondisi sehat.

Pihaknya langsung melepasliarkan satwa tersebut di lokasi yang telah ditentukan.

“Kita lepasliarkan sekitar pukul 15.15 WIB. Ini merupakan satwa endemik Sumatera yang dilindungi Undang-undang,” katanya.

Baca Juga :   Vaksin Covid-19 Sensitif Panas, Apa Iya Kalo Disimpan Sembarangan Bakal Jadi Racun??

Ia menyebutkan, terkait lokasi lepas liar tidak diberitahukan.

Hal itu untuk mencegah adanya perburuan oleh pemburu.

“Bau busuk pada sigung itu berasal dari kalenjar khusus pada bagian anusnya yang mengeluarkan cairan busuk,” katanya. Ia menjelaskan, kalau bau busuk tersebut berguna untuk melindungi diri dari predator lain.

Sigung, kata dia, adalah satwa pemakan segalanya (omnivora) seperti kadal, tikus, ular, dan buah-buahan.

“Kalau ada masyarakat yang menemukan satwa langka dan dilindungi, segeralah laporkan ke petugas BKSDA setempat,” katanya.

Artikel ini telah tayang di :
https://www.tribunnews.com/regional/2021/06/23/mengenal-sigung-sumatera-hewan-langka-yang-mengeluarkan-bau-busuk-dan-berbadan-seperti-beruang

Bagikan :

Next Post

Alhambra dan Warisan Kejayaan Islam di Valencia

Kam Jun 24 , 2021
realitaindonesia.com — Selama beradab-abad, sebagian besar wilayah Muslim memiliki ekologi yang kering dan gersang. Karenanya di banyak wilayah Muslim kebijakan untuk pengumpulan, pengaliran, dan penyediaan air menjadi prioritas utama. Bukan hal mengejutkan kondisi itu melahirkan banyak kemajuan penting pada teknologi di abad pertengahan terkait dengan air. Peradaban Islam mulai mengembangkan […]

Breaking News

error: Content is protected !!