28 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Siapa Pun yang Mengganggu NKRI Merupakan Musuh Bangsa, Ucap Ketum PBNU

Realita Indonesia – 17 Nov 2020, 11:17 WIB PBNU dan Bulog Luncurkan Rumah Pangan Santri. Ketum PBNU Said Aqil Siroj memberikan sambutan saat peluncuran Rumah Pangan Santri di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (3/10). PBNU dan Bulog meluncurkan Rumah Pangan Santri yang dapat diakses melalui aplikasi di ponsel pintar.

Realita Indonesia – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menyebut, siapa pun pihak yang mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan musuh bangsa.

“Apa pun atau siap pun yang ingin melakukan hal-hal yang negatif mengganggu persatuan NKRI mari kita sikapi, kita lawan, dan itu merupakan musuh bangsa, musuh bersama kita semuanya,” tegas Said Aqil dalam sebuah tayangan video yang ditulis pada Selasa (17/11/2020).

Baca Juga :   Erleben Sie ein Verstand, der Lernerfahrung mit https://pharaosrichesslot.com/ einem El Torero online ohne Registrierung fleischt

“Mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia wabil khusus umat Islam agar menjaga, merawat, mengawal keutuhan, keselamatan NKRI yang kita cintai ini. Menyongsong 100 tahun negara Republik Indonesia ini mari kita perkuat, kita pertahankan eksistensi keutuhan NKRI,” kata Said Aqil.

Ketum PBNU ini mengimbau supaya semua pihak tidak turut terprovokasi akan narasi-narasi yang mengancam keutuhan negara. Menurutnya narasi itu dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki agenda ingin menghancurkan keutuhan negara.

“Jangan sampai kita mudah terprovokasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin memecah belah kebersamaan kita, yang ingin memecah belah bangsa ini, yang ada agenda ingin menghancurkan keutuhan NKRI ini,” kata Ketum PBNU ini.

Baca Juga :   Ternyata Vaksin AstraZeneca Bisa Disuntikkan Kepada Lansia, Kata Kemenkes

Said Aqil menjelaskan, negara ini dibangun oleh para pendiri bangsa bukan hanya untuk mengakomodir golongan tertentu. Namun untuk menciptakan tempat yang inklusif bagi semua golongan.

“Apa yang diperjuangkan oleh founding fathers kita yaitu sebuah negara kebangsaan yang bersatu dalam satu wadah NKRI, lintas agama, lintas budaya, lintas suku, lintas peradaban, mari kita rawat, kita pelihara jangan sampai menyongsong 100 tahun kita malah melemah dalam kendor merawat NKRI,” ucap dia.

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!