12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Setelah Izin Penggunaan Darurat Sudah Keluar, Pak Jokowi Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Realita Indonesia – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan penyuntikan vaksin Covid-19 akan dilakukan setelah izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM telah keluar.

“Penyuntikan vaksin di Indonesia akan dijalankan ketika Emergency Use Authorization vaksin tersebut dikeluarkan oleh Badan POM, dan semuanya berdasarkan data scientific,” kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa, 5 Januari 2021.

Wiku mengatakan, pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku. Presiden Joko Widodo kata Wiku, juga akan disuntik vaksin setelah EUA terbit. “Kami harapkan komitmen ini bisa secepatnya dilaksanakan agar kemudian masyarakat luas juga bisa menerima vaksin Covid-19,” katanya.

Menurut Wiku, BPOM saat ini telah melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pengadaan vaksin Covid-19 secara berkala, mulai dari tahapan praklinik sampai klinik fase 1, 2, dan 3 yang sedang berlangsung di Bandung, Brasil, dan Turki. Jika fase 3 telah selesai, barulah Badan POM menerbitkan EUA.

Baca Juga :   Tunggun Izin Dari Kemendikbud, Terkait Penataan Kawasan Wisata Candi Borobudur Yang Belum Rampung

Wiku menuturkan, vaksin yang sudah didistribusikan ke berbagai daerah juga tetap diawasi dengan melakukan sampling berbasis risiko di UPT Badan POM di tingkat provinsi di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan proses vaksinasi perdana akan dilakukan pada Rabu pekan depan atau 13 Januari 2021 yang diawali di tingkat pusat, yakni kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju dan pejabat di tingkat pusat.

Pelaksanaan vaksinasi direncanakan berlangsung selama 15 bulan dan dalam dua periode, yakni Periode I berlangsung dari Januari hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi. Periode II berlangsung selama 11 bulan, yaitu dari April 2021 hingga Maret 2022 untuk menjangkau jumlah masyarakat hingga 181,5 juta orang.

Baca Juga :   Jawa Timur mencatat tambahan pasien positif Corona COVID-19 sebanyak 430.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!