Sepakat! Para Ahli Jadikan Bogor Sebagai Kota Ilmu Rujukan Dunia

Realita Indonesia – Sejumlah ahli dari perguruan tinggi, balai penelitian dan pelatihan, politeknik dan sekolah tinggi di Kota Bogorberkomitmen menjadikan kota Bogor sebagai Kota Ilmu rujukan dunia. Komitmen tersebut digalang melalui focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar (DGB) IPB University.

Komitmen menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Ilmu pada dasarnya dilandasi oleh sejarah ilmu dan pengetahuan di kota tersebut. Perkembangan ilmu dan pengetahuan di Bogor bermula sejak pembentukan Kebun Raya Bogor tahun 1817. Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1903 dengan didirikan Landbouw School yang kemudian disusul pembentukan Department van Landbouw pada 1910. Tiga tahun kemudian, yaitu pada 1913 dibentuk Proefstation Voor Het Boswezen. Guna mendukung Kebun Raya Bogor, pada tahun 1915 dibentuk Xylarium Bogoriense dan pada tahun 1917 didirikan Herbarium Botani.

Baca Juga :   Jadi Medan Terjal Dan Mengangkut Apa Saja, Mobil Yang Dibandrol Mewah Justru Jadi Taksi Di Papua

Kota Bogor juga tidak terpisah dari sejarah pendidikannya. Pada 1913 didirikan Middlebare L-School (LHS) dan pada tahun 1947 didirikan Sekolah Pertanian Menengah Tinggi (SPMT). Pada kurun waktu sepuluh tahun kemudian, Kota Bogor memiliki Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Indonesia, Akademi Tatalaksana Kesatuan, Akademi Kimia Analisis, Sekolah Perikanan Darat Menengah Atas (SPDMA) dan Akademi Kementerian Pertanian.

“Pada era 60-an sampai 80-an, Kota Bogor mulai memiliki perguruan tinggi seperti Universitas Ibnu Khaldun, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pakuan dan Universitas Djuanda. Pun di tahun 2000 didirikan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor dan yang terbaru adalah Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor,” kata Guru Besar IPB University Prof Aman Wirakartakusumah melalui keterangan elektronik, Rabu (21/10).

Baca Juga :   Eks Top Skorer Liga 1 Mendadak Jadi Mandor Proyek, Pandemi Covid-19 Jadi Efek Kendala

Dari sejarah tersebut, lanjut Prof Aman, Bogor sangat layak untuk menjadi kota ilmu rujukan dunia. Ia juga menyebutkan, selain dari sejarahnya, Kota Bogor sampai saat ini dipilih menjadi tempat beberapa lembaga internasional seperti Center for International Forestry Research (CIFOR), South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Biotrop dan Perwakilan International Rice Research Institute (IRRI).

Tidak hanya itu, lembaga riset dan edukasi di Kota Bogor saat ini telah menjadi media dan tempat bertemunya para peneliti dan akademisi dari berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri. Kota Bogor juga menjadi tempat favorit untuk pertemuan ilmiah internasional dalam berbagai bidang keilmuan. Di samping itu, Kota Bogor juga memiliki Istana Kepresidenan sehingga akan menjadi tempat untuk menjamu pimpinan negara maupun lembaga dunia.

Baca Juga :   18 Penumpang KMP Yunice yang Tenggelam di Selat Bali Masih Belum Ditemukan

Oleh sebab itu, melalui Policy Brief yang dirumuskan oleh Dewan Guru Besar IPB University, Prof Aman meyakini upaya menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Ilmu dapat segera terwujud. Namun, upaya ini harus ada kolaborasi antara lembaga keilmuwan, komunitas, pengusaha, pemerintah kota dan media massa.

“Kota Bogor sudah memenuhi kriteria sebagai kota ilmu dan dapat dikembangkan untuk menjadi rujukan dunia. Tentunya melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan kunci berbasis co-management,” jelas Prof Aman.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : sindonews.com

Bagikan :

Next Post

Setahun Sudah Jokowi-Ma'ruf, 'Akibat Pandemi Dunia Pendidikan Masih Macet' Ungkap Komisi X

Jum Okt 23 , 2020
Realita Indonesia – Satu tahun pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin masih belum banyak mengubah wajah pendidikan di Tanah Air. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih berjibaku melakukan mitigasi krisis akademik maupun mitigasi krisis ekonomi bidang pendidikan akibat pandemik Covid-19. ”Kami menilai belum banyak perubahan yang dilakukan Kemendikbud di bawah komando Menteri […]

Breaking News

error: Content is protected !!