24 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Sempat Ditutup Untuk Visa Umrah, Dan Insya Allah Beberapa Hari Lagi Dibuka Kata Konjen RI Jeddah

Realita Indonesia – Konjen Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Eko Hartono membenarkan bahwa saat ini pembuatan e-visa umrah untuk Indonesia belum bisa diakses. Namun dia memastikan dalam waktu dekat akan kembali dibuka.

Menurut Eko, Pemerintah Arab Saudi tidak memberikan pengumuman tertulis mengenai penutupan visa bagi jamaah umrah asal Indonesia. Kebijakan itu hanya disampaikan secara lisan oleh pihak muassasah atau penyelenggara umrah yang ditunjuk kerajaan Arab Saudi.

“Memang tidak ada info resmi dari Saudi tentang itu (penutupan visa umrah bagi Indonesia). Namun secara lisan pihak muassasah atau penyelengara umrah yang ditunjuk Saudi sampaikan bahwa untuk sementara e-visa umrah untuk Indonesia belum bisa diakses,” kata Eko.

Eko menjelaskan bahwa penutupan visa umrah bagi Indonesia tidak akan berlangsung lama. Pihak muassasah menyampaikan bahwa kebijakan ini akan berlangsung hingga 20 November 2020.

“Insya Allah dalam beberapa hari mendatang dapat segera dibuka lagi. Mereka bilang (penutupan visa) sampai dengan tanggal 20-an (November 2020). InsyaAllah tanggal 22 November sudah ada lagi jamaah Indonesia yang berangkat,” katanya.

Baca Juga :   Ridwan Kamil mengatakan, para tokoh publik wajib mengumumkan hasil tes Covid-19 kepada masyarakat.

Sementara itu, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan bahwa keterangannya sama dengan pernyataan yang disampaikan Kementerian Agama sebelumnya.

“Ini sudah dibahas di DPR dan sudah ada pernyataan Menag. Bisa dilihat rilis Kemenag, penjelasan saya pastinya akan sama dengan yang sudah dirilis Kemenag,” katanya.

Seperti diketahui, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (18/11/2020), Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan bahwa informasi penutupan visa umrah oleh pemerintah Arab Saudi hoaks. Bahkan, pada 22 November mendatang jamaah umrah gelombang dua akan diberangkatkan.

“Soal umrah ditutup, Insya Allah sejauh ini hanya hoaks saja. Yang jelas Insya Allah tanggal 22 November ini ada masuk gelombang akan berangkat ya,” kata Menag.

Namun dalam keterangan tertulis sebelumnya, Kemenag menginformasikan bahwa saat ini pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jamaah Indonesia.

Baca Juga :   Apa Benar Hutang Indonesia Membahayakan?? Gini Penjelasannya

Untuk diketahui, sejak ibadah umrah kembali dibuka bagi jamaah dari luar Arab Saudi, Indonesia telah mengirimkan jamaah dalam tiga gelombang yakni pada 1, 3, dan 8 November 2020. Jumlah total jamaah 359 orang yang diberangkatkan oleh 44 Penyelenggara Perjalalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Menurut Menag, berdasarkan hasil tes, pemberangkatan 1 November 2020 terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 8 orang, 3 November 2020 terkonfirmasi positif sebanyak 5 orang, dan 8 November 2020 tidak ada yang positif. “Dari 13 orang yang positif, 3 di antaranya sudah kembali ke Indonesia, 7 orang malam nanti akan kembali ke Tanah Air, 3 masih karantina di Saudi,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Kemenag akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaran ibadah umrah. Pertama, perlunya karantina jamaah pada saat keberangkatan minimal 3 hari.

“Ini dilakukan guna memastikan proses tes PCR/SWAB dilakukan dengan benar, tidak mepet waktunya, dan menghindari risiko adanya pemalsuan data status Jemaah,” terang Menag.

Baca Juga :   TM Ragunan Belum Terima Peraturan Resmi Terkait Dibukanya Tempat Wisata

Kedua, pentingnya melakukan verifikasi dan validasi dokumen hasil SWAB/PCR yang dilakukan oleh petugas Kementerian Kesehatan RI sesuai protokol kesehatan untuk pelaku perjalanan dari luar negeri. “Hasil di lapangan, bukti dokumen bebas COVID-19 belum terferifikasi secara sistem sehingga masih ada kemungkinan pemalsuan bukti bebas COVID-19,” kata Menag.

“Evaluasi ketiga, jamaah harus melaksanakan disiplin yang ketat terkait dengan penerapan protokol kesehatan selama masa karantina, baik di Tanah Air maupun di hotel tempat jamaah menginap,” katanya.

Sebagai evaluasi keempat, saat kedatangan di Tanah Air, akan dilakukan prosedur karantina oleh KKP Bandara Soetta jika jamaah tidak dapat menunjukkan bukti hasil PCR/SWAB positif dari kesehatan Saudi.

“Jamaah akan dilakukan tes PCR/SWAB selama masa karantina, dan baru diizinkan melanjutkan perjalanan ke daerah asal setelah menunjukkan hasil negatif,” imbuhnya.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : Sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!