Sembilan ASN Kabupaten Terima Penghargaan dari Presiden Jokowi,Siapa Saja ?

Presiden Jokowi menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial Donor Darah Sukarela kepada para penerima di Istana Bogor, 17 Desember 2017. Tanda kehormatan ini diserahkan untuk memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional.( foto Dok.tempo.co )

Realita Indonesia – Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan penghargaan berupa tanda kehormatan kepada sembilan aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satu ASN yang menerima penghargaan tersebut adalah Sekretaris Daerah Pemkab Bogor Burhanudin.

“Tentu saya bersyukur. Saya sudah 35 tahun mengabdi di Kabupaten Bogor dengan ikhlas, jujur dalam melayani masyarakat,” ujar Burhanudin di Cibinong, Selasa, 19 Agustus 2020.

Penghargaan dari Presiden Jokowi itu disematkan oleh Bupati Bogor Ade Yasin dalam rangkaian peringatan HUT RI Ke-75. Satyalancana Karya Satya itu adalah penghargaan tertinggi dari Presiden Jokowi.

Burhan tidak menyangka akan mendapat penghormatan semacam itu. Namun, dia bersyukur atas apresiasi yang diberikan kepadanya.

Baca Juga :   Lewat Pengembangan Shale Oil, Migas Non Konvesional Didorong Agar Lebih Luas

Menurut dia, jika seorang abdi negara bekerja dengan ikhlas dan jujur dalam melayani masyarakat, di mana pun ditempatkan, akan menjadi peristiwa emas. Selama 35 tahun menjadi ASN, perkerjaan yang dilaluinya dengan tidak mudah.

“Kalau emas, mau ditempatkan di gunung, pelosok dan pedesaan akan tetap menjadi emas,” tuturnya.

Selain Burhan, delapan ASN yang mendapatkan penghargaan tersebut di antaranya pegawai SD Kecamatan Gunung Putri Yunani Anwar, Kepala SDN Cisauk Kecamatan Cibungbulang Agus Mulyadi dan Kepala SDN Cilember 02 Kecamatan Cisarua Cucu Irawan.

Presiden Jokowi juga memberikan penghargaan kepada ASN Kabupaten Bogor yang lain, seperti guru SDN Cisarua 05 Kecamatan Ciomas Nani Nurjanah, Kasubag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Klapanunggal Marjinah, guru SMPN 02 Ciawi Regi Indah Lestari, Kasubag Program dan Keuangan Kecamatan Sukamakmur Acep Pandi dan Pelaksana Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Herwayudi.

Baca Juga :   Polda Metro Jaya mengaku tak terburu-buru dalam memperoses kasus kerumunan massa pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : tempo.co

Bagikan :
error: Content is protected !!