14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Selamatkan UMKM dari Jerat Corona, Itulah Sederet Jurus Kemenkop

UMKM ( foto Dok.preneurs trubus.id )

Realita Indonesia – Dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi, Kementerian Koperasi dan UKM telah melaksanakan berbagai upaya agar sektor UMKM tidak mati di tengah pandemi covid-19 selain memberikan stimulus.

Lalu apa saja usaha yang dilakukan Kemenkop dan UKM untuk menangani dampak covid-19 di sektor UMKM? Simak upaya-upayanya dirangkum oleh Liputan6.com, Kamis (27/8/2020).

1. Pelatihan sektor Pariwisata

Kementerian Koperasi dan UKM memberikan pelatihan Pariwisata. Pelatihan yang telah dilaksanakan di daerah penyangga destinasi wisata Danau Toba yang meliputi Kab. Simalungun, Kab. Toba, Kab. Samosir, dan Kab. Pematang Siantar.

“Diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM KUMKM di Daerah Penyangga Destinasi Super Prioritas Danau Toba di Kab Simalungun Sumatera Utara, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga :   Kapolri Perintahkan Kapolda Awasi Program Food Estate, Untuk Cegah Krisis Pangan

Menurutnya, sektor pariwisata adalah sektor paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Data BPS kuartal II-2020, menunjukkan hanya sektor pertanian, informasi dan komunikasi, dan pengadaan air yang tumbuh selama pandemi.

Sedangkan akomodasi dan Mamin (kuliner) dimana banyak terdapat di sektor pariwisata tumbuh minus 22,31 persen.

“Kemarin saya berkesempatan langsung menyapa dan berdiskusi langsung dengan pedagang souvenir di Danau Toba, betul dengan adanya pandemi ini pendapatan mereka berkurang cukup drastis, dan yang mereka butuhkan adalah pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan produk karena produk yang dijual sebagian besar justru berasal dari pulau Jawa, ” jelas Teten.

Ia pun berharap Pariwisata kembali aktif, pemasok kebutuhan hotel bergairah kembali, seperti hasil pertanian, peternakan, perikanan dan amenities.

Kementerian Koperasi dan UKM sejak awal membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak dengan prinsip transparan, akuntabel, dan semata-mata demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air.

Baca Juga :   Ketua MPR faktor kesehatan masyarakat jadi pertimbangan utama pemerintah.

2.Sinergi Dengan K/L

Selain pelatihan, Kementerian Koperasi dan UKM ada beberapa upaya Kementerian Koperasi dan UKM dalam percepatan PEN dan mempersiapkan UMKM menghadapi era new normal yaitu Sinergi dengan K/L lain.

Misalnya Pengembangan Koperasi Pangan Melalui Optimalisasi Perhutanan Sosial (Perhutanan Sosial 12,7 juta hektar sekarang sudah dibagikan ada 4 juta hektar).

Serta, Gerakan Belanja di Warung Tetangga. Kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM dengan 9 BUMN Klaster Pangan, BULOG, dan PTPN. Teten pun menargetkan sampai dengan akhir tahun 2020 bisa menggaet 15 ribu warung.

3. Laman Khusus Jual Produk UMKM/e-katalog LKPP

Berburu Aneka Produk di UMKM Export BRILian Preneur 2019
Perbesar
Pedagang kerajinan menunggu pembeli saat pameran UMKM Export BRILian Preneur 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (20/12/2019). UMKM Export BRILian Preneur 2019 berlangsung hingga 22 Desember. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Baca Juga :   Pencuri Rokok di Pasar Probolinggo Terekam CCTV, Pelakunya 2 Emak-emak

Kementerian Koperasi dan UKM, juga menyediakan laman Khusus UMKM pada e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Hingga kini jumlah pelaku UMKM dalam Pengadaan Pemerintah Secara Elektronik mencapai 1.237 penyedia, dengan potensi total nilai paket pengadaan pemerintah bagi pelaku usaha kecil sebesar Rp 310 Triliun.

Demikian Teten menyebut sinergi lainnya, yakni menyediakan platform Pasar Digital UMKM, serta pihaknya bersama dengan Kementerian BUMN dan LKPP dan sejumlah BUMN, meluncurkan Pasar Digital (PaDi UMKM).

Editor : Realita Indonesia
Sumber : liputan6.com

Bagikan :
error: Content is protected !!