12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Sekolah Tatap Muka Bakal Dimulai, “Jika Ada Siswa Positif Jangan Salahkan Guru” Ungkap P2G

Realita Indonesia – Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) meminta pembukaan sekolah dilakukan setelah tahun ajaran 2020/2021 selesai. Pemerintah sebaiknya tidak tergesa-gesa menerapkan pembelajaran tatap muka.

“Revisi SKB 4 Menteri yang memperbolehkan sekolah-sekolah dibuka mulai Januari 2021 berpotensi menjadi klaster baru. SKB 4 Menteri memberikan otoritas sepenuhnya kepada pemda atau Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) untuk membuka sekolah di daerah,” ujarnya Koordinator Perhimpunan Guru, Satriwan Salim.

Satriwan meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak lepas tanggung jawab dalam kebijakan ini. Apalagi ada risiko anak-anak sekolah terpapar Covid-19.

Perhimpunan Guru menegaskan penerapan pembelajaran tatap muka harus atas persetujuan orang tua. Tidak boleh ada pemaksaan terhadap orang tua untuk memberikan izin anaknya belajar di sekolah.

Baca Juga :   Anggaran Rp 511 M, Untuk Renovasi Masjid Istiqlal Bakal Di Garap 1.000 Pekerja

Rencana pembelajaran tatap muka ini tentunya menuntut kelengkapan infrastruktur dan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan Covid-19. Satriwan menyatakan pihaknya meragukan kesiapan sekolah dalam memenuhi persyaratan protokol kesehatan.

Pembukaan sekolah harus diikuti dengan pengawasan yang ketat oleh dinas pendidikan dan Kanwil Kemenag. Namun, Sekretaris Perhimpunan Guru Afhdal mengatakan pemerintah pusat tidak tegas terhadap pemda yang melanggar SKB 4 Menteri jilid I dan II terkait pembukaan sekolah.

Berdasarkan data Perhimpunan Guru, ada 79 daerah yang melanggar SKB 4 Menteri jilid I. “Kami tidak melihat ada sanksi dari pusat,” ujarnya.

Perhimpunan Guru mengingatkan akan adanya aktivitas tinggi pada Desember 2020. Bulan depan akan diawali dengan pemilihan kepala daerah (pilkada), libur semester, natal, dan tahun baru.

Baca Juga :   Ternyata Ini Alasan Santri di Deli Serdang Menganiaya Adik Kelasnya Hingga Tewas

Selama ini, setelah libur panjang biasanya kasus positif Covid-19 melonjak. “Bayangkan Januari sekolah tatap muka dilakukan, maka kekhawatiran sekolah akan menjadi klaster baru Covid-19 beralasan,” tutut Satriwan.

Dia menjelaskan jika sekolah dibuka dan ada siswa yang positif, orang tua tidak boleh menyalahkan atau mengkriminalisasi para guru. “Bagaimanapun guru berada di bawah struktur birokrasi daerah. setempat,” pungkasnya.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Sindonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!