Sejarah Dan Alasan 3 Senjata Pemusnah Massal Yang Pernah Dibuat Manusia

realitaindonesia.com – Setiap negara pasti memiliki strategi pertahanan maupun penyerangan. Selain itu, umumnya tiap negara akan mengerahkan segala jenis kemampuan yang ada untuk melawan musuh dengan skala yang besar. Oleh sebab itu, senjata paling berbahaya atau senjata pemusnah massal eksis dalam berbagai macam bentuk dan wujud.

NATO sendiri mengklasifikasikan senjata pemusnah masal menjadi empat kategori yaitu biologis, nuklir, kimia, dan radiologis. Banyak militer serta pihak-pihak tertentu akhirnya memproduksi alat terror ini sehingga hasilnya sangatlah beragam.

Nah melansir dari berbagai sumber, kali ini TIMES Indonesia akan berbagi 3 senjata paling berbahaya dan mematikan yang pernah dibuat oleh manusia.

1. Tsar Bomba

Jika kalian membaca sejarah maka kalian pasti tidak pernah akan melupakan bom Hiroshima dan Nagasaki. Bom atom yang dijatuhkan di dua kota tersebut memiliki nama “Little Boy” dan “Fat Man”, ternyata secara teknis bukanlah bom atom yang paling berbahaya. Nyatanya, pada 1961 Uni Soviet pernah memutuskan untuk melakukan uji coba bom besar yang disebut dengan nama “Tsar Bomba”.

Baca Juga :   Ada Apa Dengan Laut Utara Jawa? Ini Daftar Potensi Hingga Keganasannya

Bom yang satu ini memiliki panjang 7,9 meter dan memiliki bobot 27 ton. Uniknya, senjata ini tidak muat ketika dimasukkan ke dalam pesawat Tupolev yang menjadi sarana transportasi untuk mengangkut ke lokasi uji coba. Lokasi uji coba tersebut berada di semenanjung Novaja Zemlya yang jarang akan populasi penduduk, sebuah pulau yang ada di Samudra Artik, utara Rusia.

Singkat cerita, Tsar Bomba meledak pada ketinggian 13.000 kaki, melepaskan 57 energi atom, ini lebih banyak dari semua amunisi dan bahan peledak yang dijumlah saat Perang Dunia II.

Bom ini berkekuatan 1.500 kali lebih kuat daripada gabungan dari bom Hiroshima dan Nagasaki. Seluruh semenanjung hancur, desa-desa yang berjarak 34 mil dari lokasi uji coba hancur, komunikasi radio terputus selama satu jam.

2. Gas VX

Gas VS dikembangkan oleh Britania Raya pada tahun 1950an, untuk perang kimia. VX sendiri memiliki bentuk yang cair, tidak memiliki warna dan tidak berbau, namun dapat mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf.

Baca Juga :   Sinyal Menjadi Kendala Besar Bagi Siswa Di Daerah, Saat Subsidi Kuota Diberikan Pemerintah

Dalam sepuluh milligram saja VX mampu membunuh manusia dewasa melalui kontak kulit. Akhirnya sebagai senjata kimia VX sendiri digolongkan menjadi senjata pemusnah massal (meapon of mass destruction atau WMD) dengan resolusi DK PBB 687.

Produksi serta penyimpanan untuk VX tidak boleh melebihi 100 gram per tahun, hal ini dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian ini hanya berlaku unuk keperluan penelitiian, medis, farmasi.

VX sendiri ketika masuk ke dalam tubuh, dapat menyebabkan berhentinya enzim untuk beroperasi serta menyetrum otot dan kelenjar manusia. Sehingga menimbulkan dampak tubuh pada korban terus-menerus kejang hingga kelelahan sampai tidak bisa bernapas lagi.

3. Schwerer Gustav

Schwerer Gustav merupakan senapan kereta api milik Jerman, artileri besar yang dirancang untuk bisa menembak dari kereta api.

Baca Juga :   Mendikbud Nadiem Makarim akan Umumkan Mekanisme dan Syarat Pembukaan Sekolah Minggu Depan

Senjata ini dikembangkan pada akhir 1930-an oleh Krupp, diciptakannya artileri ini dengan tujuan eksplisit untuk menghancurkan benteng utama Garis Maginot milik Prancis selama pengepungan.

Schwerer Gustav sendiri bisa menembak dengan peluru yang memiliki berat 7 ton dengan jarak yang bisa ditempuh sejauh 47 kilometer. Sedangkan untuk Schwerer Gustav sendiri memiliki berat sekitar 1.350 ton.

Memang awal mulanya diciptakan senjata ini adalah untuk membuat pistol terbesar pada Perang Dunia II agar bisa melawan Prancis.

Namun hal ini akhirnya dipatahkan karena adanya agresi Blitzkrieg Wehrmacht melalui Belgia. Yang sangat cepat dalam mengepung dan mengisolasi pertahanan statis Garis Maginot, memaksa mereka agar menyerah tanpa kerugian besar serta tanpa penghancuran benteng yang tidak memiliki alasan.

Nah, itu barusan adalah 3 senjata paling berbahaya dan mematikan yang pernah dibuat oleh manusia. (*)

 

Artikel ini sebelumnya tayang di :
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/353853/3-senjata-paling-berbahaya-dan-mematikan-yang-pernah-dibuat-manusia

Bagikan :

Next Post

[UPDATE] Kasus Covid-19 Indonesia, 22 Juni

Sel Jun 22 , 2021
realitaindonesia.com – Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 13.668 dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Selasa (22/6), pukul 12.00 WIB. Penambahan ini membuat total kasus positif Covid-19 nasional mencapai 2.018.113 orang. Temuan 13.668 kasus Covid-19 berdasarkan pemeriksaan terhadap 130.630 spesimen dari 70.742 orang. Selain kasus positif, kasus […]

Breaking News

error: Content is protected !!