14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Sediakan Rp. 1,49 T Dari Kemendikbud, Untuk Digitalisasi Sekolah

nadiem makarim

Realita Indonesia – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,49 triliun dalam APBN 2021 untuk program Digitalisasi Sekolah.

Dari anggaran sebesar itu terbagi dalam empat kategori. Pertama, untuk penguatan platform digital dialokasikan Rp109,85 miliar, bahan belajar dan model media pendidikan digital sebesar Rp74,02 miliar, konten pembelajaran di TVRI sebesar Rp132 miliar, dan penyediaan sarana pendidikan sebesar Rp1,175 triliun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menyebutkan, program tersebut merupakan bagian dari kemerdekaan untuk mendapatkan akses informasi dan kesetaraan melalui digitalisasi sekolah.

“Itu program kita, kemerdekaan untuk bisa di daerah manapun, mendapatkan akses konten-konten kurikulum yang baik, mendapatkan akses konten pengajaran, akses pelatihan, dan akses kepada data dan juga berbagai macam bantuan yang diberikan layanan melalui digital,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi X di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga :   Posko Dapur Umum yang Dibuat Kemnaker untuk Korban Gempa di Sulbar

Program digitalisasi sekolah ini ada berbagai macam. Ada program yang berjalan terus seperti penguatan platform digital untuk membantu sekolah sebagai upaya Kemendikbud dalam pembenahan manajemen sekolah, optimasi anggaran, kurikulum online dan lainnya. Termasuk untuk membuat model bahan belajar dan konten digital. “Jadi kurikulum yang tadinya hanya offline, bisa available di online,” tuturnya.

Selanjutnya, program pembelajaran di TVRI, Mendikbud memastikan bahwa program ini tidak hanya dilakukan di masa pandemi COVID-19, tapi sebagai sebuah program inovasi, Kemendikbud mendapatkan respons yang cukup positif dari masyarakat sehingga akan terus dilakukan pada tahun depan, meskipun jika nanti pandemi COVID-19 sudah berakhir.

Berikutnya yang terbesar adalah untuk penyediaan sarana pendidikan seperti pengadaan laptop untuk asesmen kompetensi dan memberikan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang layak bagi guru dan siswa. “Ini adalah temanya digitalisasi sekolah dan ini adalah kemerdekaan bagi sekolah-sekolah untuk bisa mengakses informasi yang sama, untuk menutup kesenjangan antara yang punya dan yang tidak punya,” katanya.

Baca Juga :   Harga Rata-Rata Beras Kualitas Premium Turun Menjadi Rp9.772 per Kg Di Februari

Editor : Realita Indonesia

Sumber : sindonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!