28 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Seberapa Besar Bahaya Mutasi Virus Corona Dari Hewan Cerpelai?

Realita Indonesia – Munculnya mutasi Corona dari cerpelai memicu kekhawatiran akan bahayanya. Salah satunya bahaya dari kemanjuran vaksin COVID-19 di masa mendatang.

Mutasi yang dikenal sebagai ‘Cluster 5’ ini sempat disebut memiliki sensitivitas yang kurang terhadap antibodi, sehingga bisa mempengaruhi vaksin. Meski begitu, kini seorang ilmuwan terkemuka di Institut Serum Negara Denmark (SSI) yaitu Andreas Fomsgaard melakukan pengujian awal.

Benarkah berisiko berpengaruh terhadap efektivitas vaksin?

Hasil awal penelitian menunjukkan vaksin potensial yang dikembangkan di Denmark mampu melawan mutasi Corona dari cerpelai. Hal ini berdasarkan percobaan dengan kelinci.

“Apakah ini juga berlaku untuk vaksin lain dan apakah itu berlaku untuk antibodi manusia, kami tidak tahu,” jelas Fomsgaard yang dikutip dari Al Jazeera, Jumat (13/11/2020).

Baca Juga :   Kemenag memastikan bantuan subsidi gaji guru dan honorer akan cair akhr november.

Sebenarnya, seberapa bahayanya mutasi virus Corona dari cerpelai ini?

Menurut Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio, sampai saat ini kemungkinan mutasi virus dari cerpelai ini bisa mempengaruhi efektivitas vaksin Corona tergantung pada kondisi mutasi tersebut.

“Tapi tergantung mutasi itu apakah dia mempengaruhi bagian dari virus itu, yang biasanya adalah protein spike. Apakah mutasi itu mempengaruhi daerah yang menjadi target vaksin tersebut,” ujar Prof Amin pada detikcom, Kamis (12/11/2020).

Prof Amin menegaskan, jika selama mutasi virus Corona itu tidak mempengaruhi bagian reseptor virus (RBD), tidak akan memberikan pengaruh pada kinerja vaksin nantinya.

“Selama mutasi itu tidak mempengaruhi yang namanya rbd (bagian reseptor virus) atau Receptor Binding Domain, maka biasanya tidak akan mempengaruhi kinerja vaksin,” jelasnya.

Baca Juga :   Yuk Jalan-jalan Ke Bali, Ada Restoran Pemandangan Laut Lho!

Editor : Realita Indonesia

Sumber : detikhealth.com

Bagikan :
error: Content is protected !!