16 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Ratusan Pelajar dan Pemuda Jakarta Utara Turun ke Jalan, Untuk Peringati G30S PKI

Realita Indonesia – Memperingati hari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI), ratusan pemuda dan pelajar Jakarta Utara menggelar aksi damai di Jalan Sungai Bambu Raya, Kecamatan Tanjung Priok, Rabu (30/9/2020).

Ketua pelaksana aksi, Ginting, mengatakan,aksi ini merupakan bentuk dari peringatan bahwa masyarakat Indonesia menolak adanya faham komunis di Indonesia.

“Ini adalah kegiatan atau aksi dari pemuda dan pelajar di Jakarta Utara, dimana kami belajar dari tahun 1966, pemuda dan pelajar bersatu bangkit melawan paham PKI dan komunisme,” kata Ginting di lokasi.

Selain melakukan aksi di bawah kolong tol, massa juga melakukan konvoi mengelilingi Jakarta Utara. “Kami melakukan konvoi ke kantor Wali Kota dan Polres sebagai bentuk kami menolak adanya paham komunisme,” ungkapnya.

Baca Juga :   Panduan Dan Pilihan Cara Untuk Kamu Yang Masih Bingung Lapor SPT Pajak Tahunan 2020

Meskipun pelaksanaan aksi ini dilakukan saat pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Ginting memastikan bahwa massa tetap mematuhi protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Dalam aksi ini kami tetap memakai masker dan menjaga jarak, karena ini masih masa PSBB. Selain itu soal tehnik kami meminta aparat untuk menjaga ketat atau mengawal bahkan kami juga minta ambulans,” ucapnya.

terlihat massa berkumpul dengan menggunakan masker. Meskipun demikian banyak yang mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak.

Massa aksi tersebut terlihat membawa sejumlah spanduk bertuliskan “Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Paham Komunisme”. Spanduk lainnya bertuliskan “Pemuda dan pelajar Jakarta Utara tolak tawuran”. Sejumlah personel kepolisian dan Satpol PP terlihat berjaga untuk mengawal jalannya aksi.

Baca Juga :   Kebun Warga Ciamis Dirusak Kawanan Monyet yang Turun dari Gunung Sawal

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Hadi Suripto, mengatakan, sebelumnya penanggung jawab aksi telah memberitahukan rencana aksi kepada polisi. “Pemberitahuannya ada tapi ke polres, kami sudah mengimbau untuk tidak melaksanakan tapi tetap dilakukan juga. Kami menurunkan 30 baik dari polres maupun polsek,” kata Hadi.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :
error: Content is protected !!