Punya Peran Besar , Sindikat Calo Aborsi Ilegal di Jakarta Diburu Polisi

Realita Indonesia – Polisi mengungkap sejumlah fakta baru dalam kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Fakta tersebut terungkap dalam rekonstruksi kasus yang diikuti oleh 10 orang tersangka pada Jumat, 26 September 2020).

Salah satu fakta yang mengejutkan adalah, calo yang ternyata paling diuntungkan dalam bisnis ilegal ini. Para calo mampu meraup 50 persen keuntungan dari setiap aborsi yang dilakukan. Kini polisi sedang fokus mendalami sindikat calo aborsi ilegal itu.

“Yang jelas, setelah ini kami tim penyidik tengah mendalami jaringan-jaringan aborsi yang ada. Karena kita melihat pastinya ada hubungan dan keterkaitan,” kata Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Baca Juga :   KPK Ungkap Temuan 16,7 Juta Orang Tak Ada NIK Di Data Bansos, Saat Bertemu Dengan Mensos Risma

Calvijn menduga ada dalang utama yang menugaskan para calo tersebut untuk melancarkan bisnis aborsi ilegal. Karena itu pihaknya akan memburu pelaku. “Artinya mastermind ini kita akan dalami sindikat calo ini. Kami tim akan bekerja keras untuk membuat terang benderang rangkaian ini,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, polisi membongkar praktik aborsi ilegal yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Praktik tersebut telah berjalan selama 3 tahun atau sejak 2017. Total lebih dari 32 ribu pasien yang telah melakukan aborsi di tempat itu.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : sindonews.com
Bagikan :

Next Post

Timnas U19 Tetap Diapresiasi, Walau Kalah Dari Bosnia

Sen Sep 28 , 2020
Realita Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia U19, Shin Tae-yong tetap memberikan apresiasi pada pemain Garuda Muda meski kalah dari Bosnia. Pada pertandingan ujicoba internasional itu, Indonesia U19 banyak melakukan rotasi dan menurunkan sejumlah pemain baru. Pada pertandingan di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, Jumat (25/9/2020) malam, sebenarnya […]

Breaking News

error: Content is protected !!