28 Juli 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Puncak Pandemi Covid-19 Tidak Bisa Diterawang, ‘Perlu Penanganan Dari Hulu Sampai Hilir’ Ungkap PB IDI

Realita Indonesia –  kapan pandemi covid-19 ini berakhir? pastinya belum ada yang tahu, covid-19 ini sudah berjalan di muka bumi ini sekitar 7 bulan lamanya,bahkan organisasi besar dunia seperti WHO ( World Health Organization) pun belum mengetahui juga, bahkan mereka menekankan akan hal ini.

“Kalau bicara mengenai durasi pandemi COVID-19 ini tentunya akan panjang. Belum ada yang bisa menyatakan saat ini bahwa kita sudah selesai atau kita sudah bebas dari COVID-19. Sehingga WHO pun mengingatkan risiko ini. Bahwa durasi pandemi Corona ini akan panjang,” ungkap Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia, dr M Adib Khumaidi pada Silaturahmi Nasional-Peringatan HUT ke-70 Ikatan Dokter Indonesia secara virtual, Sabtu (24/10/2020).

Baca Juga :   Diduga Akibat Korsleting Listrik, Mobil Ini Terbakar di Kebon Jeruk Jakbar

Adib Khumaidi pun mengatakan penanganan covid-19 ini  harus maksimal dan efektif, dan harus dilakukan dari hulu hingga hilir, “Dan yang perlu upaya-upaya kita lakukan adalah dari hulu sampai hilir,” katanya.

Di kesempatan itu pula, adib pun mengatakan tentang upaya apa saja yang dilakukan para profesi dokter untuk berpartisipasi dalam menangani berjuta-juta korban dari pandemi ini.“Apa yang kita lakukan? Karena kita adalah sebuah organisasi profesi yang base-nya adalah akademik, intelektual. Kita harus berbasis data. Dari data kita analisis, kemudian lakukan intervensi dan evaluasi,” tutur Adib Khumaidi

kata adib, data ini pun sangat dibutuhkan dan sangat strategis bagi para profesi dokter untuk penanganan covid-19,dan ia pun mengatakan bahwa benteng terakhir dari pandemi ini adalah medis, sedangkan untuk garda terdepan adalah masyarakat yang turun tangan dalam penanganan pandemi covid-19 ini.

Baca Juga :   Usai Batu Bara Dihapus dari Daftar B3 PLN Bisa Hemat 30%

“Tentunya kami selalu sampaikan bahwa medis adalah benteng yang terakhirnya, sementara yang terdepannya adalah masyarakat. Dan melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan dan bersiap untuk peningkatan kasus ini menjadi satu hal yang perlu menjadi prioritas ke depan,” ungkap Adib.

Editor : Thiara Nur Ad’zhani

Sumber : sindonews.com

Bagikan :
error: Content is protected !!