Puluhan Warga di Kebon Jeruk Disanksi Petugas Karna Melanggar Protokol Kesehatan.

Realita Indonesia – transisi di Jalan Duri Raya, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat diberikan sanksi oleh petugas, Selasa (1/12/2020).

Kepala Satpol PP Kecamatan Kebon Jeruk, Yudistira Adi Nugraha mengatakan, para pelanggar yang terjaring dalam operasi tertib masker tersebut pada umumnya tidak memakai masker.

“Hari ini ada 24 pelanggar, rinciannya 23 diberikan sanksi kerja sosial dan satu pelanggar diberikan sanksi denda administrasi sebesar Rp 150 ribu,” kata Yudistira, Selasa (1/12/2020).

Ia menambahkan, dalam operasi tertib masker kali ini pihaknya melibatkan personel gabungan dari unsur Satpol PP, Sudin Perhubungan, Sudin Gulkarmat, TNI/Polri serta FKDM.

Dalam giat tersebut pihaknya juga mengampanyekan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) pada warga.

Baca Juga :   Epidemiolog: Ibarat Bom Waktu, Untuk Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Jabar Tinggi

“Harapannya dengan pemberian sanksi ini bisa memberikan efek jera bagi para pelanggar,” tandasnya seperti dikutip BeritaJakarta.id.

Sebelumnya, sebanyak 23 warga yang tidak memakai masker terjaring dalam operasi tertib masker di Jalan Mangga Besar IX, Taman Sari, Jakarta Barat.

Camat Taman Sari, Risan H Mustar mengatakan, operasi tertib masker tersebut merupakan bagian dari pengawasan dan pendisplinan protokol kesehatan yang rutin dilakukan oleh pihaknya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Hari ini ada 23 pelanggar, rinciannya 20 pelanggar diberikan sanksi kerja sosial dan tiga pelanggar diberikan sanksi denda administrasi,” kata Risan, Senin (30/11/2020).

Ia menambahkan, pihaknya juga rutin mengkampanyekan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) pada warga.

Baca Juga :   Allhamdulillah, Menlu Ungkap Indonesia Beri Bantuan Rp 32,1 Miliar Untuk Palestina

“Harapannya sanksi ini bisa memberikan efek jera bagi pelanggar dan warga semakin mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :

Next Post

Pemerintah Akan Hati-Hati Jika Bentuk Lembaga Baru Ujar PAN-RB.

Rab Des 2 , 2020
Realita Indonesia – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah memiliki prinsip untuk selektif dan hati-hati dalam membentuk lembaga baru. Prinsip tersebut, kata Tjahjo Kumolo, akan digunakan dalam setiap pembahasan aturan perundang-undangan bersama anggota legislatif. “Pemerintah akan hati-hati dan selektif seandainya ada amanat dari sebuah […]

Breaking News

error: Content is protected !!