PT. Pindad dan BPH Migas bersepakat untuk menjalin kemitraan dalam bidang pengawasan distribusi bahan bakar migas

PT Pindad (Persero) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi bersepakat untuk menjalin kemitraan dalam bidang pengawasan distribusi bahan bakar minyak dan gas, serta pasokan barang kebutuhan instansi tersebut.

Realita Indonesia – 17 November 2020 | 08:10 WIB. Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose dan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi M. Fanshurullah Asa menandatangani nota kesepahaman dalam bidang pengawasan pendistribusian BBM dan gas bumi, Senin, 16 November 2020.Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose dan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi M. Fanshurullah Asa menandatangani nota kesepahaman dalam bidang pengawasan pendistribusian BBM dan gas bumi, Senin, 16 November 2020.

Realita Indonesia – PT Pindad (Persero) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi bersepakat untuk menjalin kemitraan dalam bidang pengawasan distribusi bahan bakar minyak dan gas, serta pasokan barang kebutuhan instansi tersebut.

Baca Juga :   RI Mulai Gencarkan Perdagangan Karbon Guna Kendalikan Emisi

Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose dan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, M. Fanshurullah Asa, Senin (16/11/2020), di Fasilitas Produksi Munisi PT Pindad (Persero), Turen, Malang.

Acara penandatanganan disaksikan oleh Anggota DPR Komisi VII Ridwan Hisjam, dan Moreno Soeprapto; serta GM Pindad Munisi Budhiarto, VP HCM Kaka T. Rohana, dan Sekretaris Perusahaan Krisna Cahyadianus.

Abraham Mose menyatakan telah siap untuk mendukung kebutuhan BPH Migas. Adapun beberapa dukungan PT Pindad (Persero) adalah produk senjata api, munisi, tabung gas dan tempat pengisian bahan bakar mini dan produksi industri hilir minyak dan gas bumi.

Baca Juga :   Pemkot Madiun Mulai Berlakukan Tilang ETLE

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal hubungan baik yang strategis bagi kedua belah pihak,” katanya seperti dikutip dari keterangan pers Pindad, Selasa (17/11/2020).

Pindad telah menghasilkan beberapa varian munisi, baik munisi kaliber kecil : Kal. 5,56mm, Kal. 7,62mm, Kal. 9,19mm; munisi kaliber besar : Kal. 90mm, Kal. 105mm, granat tangan hingga bom.

“Ke depan, Pindad akan terus mengembangkan produk-produk pertahanan keamanan dan produk industrial untuk mendukung pertahanan dan pembangunan nasional,” katanya.

Pindad sebagai perseroan terbatas milik negara dibentuk pada 1983. Pindad aktif memproduksi berbagai alutsista untuk kebutuhan TNI, Polri dan telah mengekspor sejumlah produk unggulannya seperti amunisi, senjata dan kendaraan tempur ke pasar global.

Baca Juga :   Kenapa Pemerintah Tidak Menaikkan Upah Minimum Di Tahun Depan? Ini Alasannya

Pindad selain menghasilkan alutsista juga memiliki Direktorat industrial yang menghasilkan alat berat seperti ekskavator, traktor, crane kapal laut serta pengait rel kereta api, motor traksi hingga generator.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengaku sangat tertarik dan berkomitmen untuk pengadaan produk pertahanan dan industrial yang diproduksi Pindad untuk mendukung kebutuhan BPH Migas, terutama dalam bidang pengawasan pendistribusian bahan bakar minyak dan gas bumi.

Acara dilanjutkan dengan meninjau fasilitas produksi munisi Pindad yang berlokasi di Turen, Malang. Adapun fasilitas produksi PT Pindad (Persero) berlokasi di Turen khusus untuk memproduksi munisi, bahan peledak dan bom.

Sumber : Bisnis.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!