‘PSBB Kali Ini Ada Penyemangat Karena Berbarengan dengan Vaksinasi Ungkap’ Kang Emil, Betul Pisan Deh!

Realita Indonesia – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil optimistis kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak akan berdampak signifikan pada perekonomian. Kebijakan dari pemerintah pusat untuk Jawa-Bali ini dijadwalkan berlaku selama dua pekan dimulai pada 11 Januari 2021.

Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut mekanisme penerapan pembatasan pergerakan masyarakat di wilayahnya masih dalam kajian. Meski begitu, di tingkat Jawa Barat, kebijakan ini diprediksi tidak akan diberlakukan di 27 kabupaten/kota.

“Sementara yang di PSBB tidak se-provinsi, hanya daerah yang kasusnya paling tinggi. Saya kira tidak akan berpengaruh terlalu besar karena produktivitas tetap harus jalan dan ini bukan hal yang tidak diprediksi,” kata dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (7/1).

Baca Juga :   Bakal Ada Travel Bubble, 'Kita Atur Lagi dengan Menhub' Kata Sandiaga Uno

“Bedanya proses PSBB ini ada penyemangat dengan vaksinasi berbarengan. Kalau dulu kan tanpa ada vaksin. Jadi ngitungnya belum clear. Sekarang insya Allah lebih baik,” ia melanjutkan.

Secara umum, isu terbesar di Jabar saat ini hanya soal okupansi rumah sakit atau tingkat keterisian ruang isolasi yang sudah tinggi. Ia fokus mencari cara agar pasien Covid-19 dengan komorbid ringan bisa pindah ke gedung milik negara.

“Rumah sakit lebih lowong untuk pasien komorbid sedang dan berat. Kalau sekarang komorbid ringan juga di rumah sakit. Itu yang menghabiskan ruang. Semoga dengan metode ini selesai,” katanya.

Editor : Realita Indonesia

Sumber : Merdeka.com

Bagikan :
error: Content is protected !!