Presiden RI sebut Ada Vaksin Covid-19 Gratis dan Berbayar

Realita Indonesia – Rabu, 18 November 2020 11:38 WIB Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah) usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 18 November 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi meninjau satu persatu tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19, dan juga meminta pada saat pemberian vaksinasi nanti lebih sempurna sehingga aman, cepat dan memperhatikan protokol kesehatan.

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah) usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 18 November 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi meninjau satu persatu tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19, dan juga meminta pada saat pemberian vaksinasi nanti lebih sempurna sehingga aman, cepat dan memperhatikan protokol kesehatan.

Baca Juga :   Sandiaga Uno Temui Doni Monardo Untuk Bicarakan Konsep Wisata Era Baru

Realita Indonesia – Presiden Joko Widodo berharap sebanyak mungkin masyarakat mau melakukan vaksinasi Covid-19. Oleh sebab itu, pemerintah terus melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Terus kita lakukan sosialisasi agar nanti yang ikut vaksin itu sebanyak-banyaknya. Baik nanti yang ikut vaksinasi lewat program vaksinasi maupun vaksinasi mandiri,” kata Presiden Jokowi di Puskesmas Tanah Sereal Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 November 2020.

Presiden menyampaikan hal itu saat meninjau simulasi vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

“Jadi ada yang tidak membayar, ada yang membayar yaitu vaksinasi mandiri. Ini dua hal yang berjalan beriringan nantinya,” ungkap Presiden.
Namun harga vaksin bagi masyarakat yang melakukan vaksinasi mandiri menurut Jokowi akan ditentukan menteri kesehatan. “Nanti (harga) ditanyakan kepada menteri kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga :   Diskusi Soal Banjir, Pemerintah DKI Akan Panggil Pengembang Properti

Rencananya vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada petugas yang bekerja di bidang pelayanan publik dan penerima bantuan BPJS Kesehatan usia 15-59 tahun. Sedangkan vaksin mandiri nanti akan dikelola melalui BUMN Bio Farma beserta mitra-mitranya yang ditunjuk.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan kementerian terus melakukan simulasi secara terbuka agar masyarakat tahu proses penyuntikan vaksin Covid-19. “Karena itu dilakukan simulasi-simulasi secara terbuka supaya masyarakat tahu,” tutur Terawan.

Sebelumnya diberitakan survei yang diselenggarakan oleh Kemenkes, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengungkapkan masih ada 7,60 persen masyarakat Indonesia tidak mau divaksinasi.

Masyarakat yang menyatakan tidak mau di vaksinasi tersebut ternyata memiliki beragam alasan. Pertama, mereka tidak yakin dengan keamananan (59,03 persen), tidak yakin dengan efektivitas vaksin (43,17 persen), (akut efek samping vaksin (24,20 persen) dan tidak percaya vaksin (26,04 persen).

Baca Juga :   UGM Dan Blibli Buka Kelas Kewirausahaan Sosial Untuk Para UMKM

Dalam survei itu juga ditemukan alasan masyarakat menolak atau tidak mau divaksin karena masalah agama sebesar 15,97 persen dan karena alasan lainnya 31,24 persen. Artinya pemerintah memerlukan komunikasi dan sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat terutama yang menolak vaksin tersebut.

Sumber : Tempo.co

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!