Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Luhut Binsar Panjaitan menjadi pengganti sementara Menteri Edhy Prabowo.

Realita Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Luhut Binsar Panjaitan menjadi ad interim Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), atau pengganti sementara Menteri Edhy Prabowo.

Edhy diganti setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan korupsi ekspor benih lobster (benur).

Penunjukan Luhut sebagai ad interim Menteri KKP tertuang dalam surat yang diteken Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Saat ini, Luhut menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga mengkoordinir KKP.

Penunjukan Luhut menjadi Menteri KKP sementara itu praktis menjadi perhatian warganet di media sosial Twitter. Nama Luhut pun ramai dan dicuitkan lebih dari 4 ribu.

Sejumlah warganet mencuitkan unek-uneknya soal Luhut, seperti akun @27_kenzie dan dua akun lainnya.

Baca Juga :   Wah! Ruangguru Masuk Ke Daftar 50 Perusahaan Edtech Paling Transformatif

Kepala pundak luhut lagi luhut lagi
— Kenzie (@27_kenzie) November 25, 2020

Die lagi die lagi Luhut lageeeeee apa gak ada yang lain?
— Abdul Kadir (@AbdulKa92071154) November 25, 2020

Kabeh-kabeh kok Luhut wkwk
— @ValeYellow46 (@rendicahya) November 25, 2020

Bahkan akun @yumaysuitihart menyebutkan bahwa Luhut memiliki multitalenta karena bisa menjadi siapa saja.

Multitalenta sekali dia…

Lord luhut siap menjadi apa saja, bahkan jadi transformers dia bisa
— abang senyum (@yumaysuitihart) November 25, 2020

Malah akun @luthfiluvi mengunggah gambar yang menggantikan semua muka menteri Jokowi-Ma’ruf dengan foto Luhut.

Lama2 semua di rangkap sama lord luhut pic.twitter.com/zYByk9R4wg
— ahmad luthfi (@luthfiluvi) November 25, 2020

Baca Juga :   Pak Jokowi Minta Dikasih Kritik, Rocky Gerung: Paradoks, Permainan Dua Muka

Edhy Prabowo diamankan KPK setelah melakukan lawatan dinas dari Amerika Serikat. Ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu dini hari, bersama istrinya, Iis Rosita Dewi, dan 17 orang lainnya.

KPK langsung menahan Edhy dan tersangka lainnya. “Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak 25 November sampai dengan 14 Desember, masing-masing bertempat di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih KPK,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Sementara, dua tersangka sisanya, yakni Andreau Pribadi Misata (stafsus Menteri KKP) dan seseorang bernama Amiril Mukminin, belum ditahan lantaran keduanya masih buron.

KPK, kata Nawawi, meminta kedua tersangka tersebut kooperatif untuk menyerahkan diri.

Baca Juga :   Edhy Prabowo Ditangkap KPK Di BAndara Soekarno Hatta Sepulang Dari AS.

“KPK mengimbau kepada dua Tersangka yaitu APM dan AM untuk dapat segera menyerahkan diri ke KPK,” ucap dia.

Sumber : CNN Indonesia

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!