14 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim BLT subsidi gaji pekerja.

Realita Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim BLT subsidi gaji pekerja bergaji di bawah Rp5 juta masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Saya melihat realisasi anggaran beberapa program sudah berjalan dengan baik,” ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas (ratas), Senin (23/11).

Selain BLT bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta, Jokowi bilang beberapa program bantuan lainnya sudah terealisasi di atas 50 persen. Salah satunya bantuan modal kerja kepada usaha mikro, yakni sebesar 79 persen.

“Saya kira terus didorong agar bisa membantu mendorong daya beli masyarakat,” ucap Jokowi.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Agung Galih Satwiko menyatakan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional baru sebesar Rp386,01 triliun per 11 November 2020. Angka itu baru menyentuh 55,5 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp695,2 triliun.

Baca Juga :   Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat kasus Covid-19 bertambah 37 pasien, Total 2.740 Kasus.

Menurutnya, realisasi terbesar berada di sektor UMKM yang sebesar Rp95,62 triliun atau 83,3 persen dari target. Sementara, pencairan terendah terjadi di sektor pembiayaan korporasi yang hanya Rp2 triliun atau 3,2 persen dari target.

Sementara, terdapat realokasi anggaran untuk beberapa sektor dalam program PEN. Salah satunya adalah sektor perlindungan sosial.
Lihat juga: Upah Minimum Lima Daerah di Jawa Timur Naik Rp100 Ribu

Awalnya, pemerintah hanya mengalokasikan dana untuk perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun. Namun, dananya ditambah Rp30,43 triliun menjadi Rp234,33 triliun.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan anggaran kesehatan sebesar Rp9,71 triliun dari Rp87,55 triliun menjadi Rp97,26 triliun. Kenaikan anggaran juga diikuti dengan penambahan program dari enam program menjadi sembilan program.

Baca Juga :   Pompa Hingga Resapan Jadi Andalan, Persiapan Banjir Jakarta

Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan dana PEN tahun ini sebesar Rp695,2 triliun. Dana itu digelontorkan ke beberapa sektor.

Rinciannya, sektor kesehatan sebesar Rp97,26 triliun, perlindungan sosial Rp234,33 triliun, sektoral kementerian/lembaga (k/l) dan pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp65,97 triliun.

Kemudian, insentif usaha sebesar Rp120,6 triliun, UMKM sebesar Rp114,81 triliun, dan pembiayaan korporasi sebesar Rp62,22 triliun.

Sumber : CNN Indonesia

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!