15 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar simulasi vaksinasi terus dilakukan.

Realita Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar simulasi vaksinasi terus dilakukan. Hal tersebut kata Jokowi bertujuan agar pelaksanaan benar-benar dalam kondisi yang baik.

“Saya minta simulasi terus dilakukan, saya akan ngecek 1-2 kali lagi,” kata Jokowi saat memberikan arahan dalam rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (23/11).

Jokowi pun mengingatkan dalam proses vaksinasi agar diperhatikan terkait distribusi ke seluruh daerah. Sehingga pemberian vaksin kepada masyarakat bisa berjalan aman dan lancar.

“Paling penting menurut saya terus dilihat, dievaluasi mekanisme proses distribusi vaksin, yang menurut saya paling penting agar perjalanan vaksin ke daerah ini bisa berjalan aman dan lancar,” ungkap Jokowi.

Baca Juga :   Presiden Jokowi : Izinkan Pajak 0 Persen Untuk Mobil Innova-Fortuner Diskon Rp 50-80 Juta

Sebelumnya diketahui Jokowi pertama kali meninjau Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat. Tempat tersebut dijadikan simulasi vaksinasi Covid-19. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut berharap, pemberian vaksin ditargetkan pada 2020 atau awal 2021.

“Kalau melihat tadi di lapangan dan melihat simulasi tadi, Kita memperkirakan kita akan mulai vaksinasi itu di akhir tahun atau di awal tahun. Akhir tahun 2020 atau di awal tahun 2021,” kata Jokowi usai meninjau di Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11).

Jokowi juga berharap, vaksin akan hadir ke Indonesia pada November atau Desember 2020. Sehingga nantinya vaksin tersebut akan diproses terlebih dahulu oleh PT. Biofarma dan BPOM untuk menjamin vaksin tersebut aman untuk masyarakat.

Baca Juga :   Pagi Ini Terjadi Kebakaran Yang Melanda Masjid Habib Kwitang, Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Proses tersebut, kata Jokowi, akan dilakukan selama 3 minggu setelah vaksin hadir ke Indonesia. Dia juga menegaskan, vaksin yang digunakan nantinya harus sesuai dengan kriteria dari WHO. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat terjamin kesehatan dan keselamatan saat diberikan vaksin.

“Semua vaksin yang kita pakai itu harus masuk dalam listnya WHO. Ini wajib harus masuk ke listnya WHO. Setelah mendapatkan izin dari BPPOM baru kita lakukan vaksinasi. Kaidah-kaidah scientific, kaidah-kaidah ilmiah ini juga saya sudah sampaikan wajib diikuti. Kita ingin keselamatan, keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi,” ungkap Jokowi.

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!