12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Polisi akan Tunda Pemeriksaan Soal Kerumunan di Megamendung, Ade Yasin Positif Corona

Realita Indonesia– Bupati Bogor Ade Yasin dijadwalkan menjalani pemeriksaan atau permintaan klarifikasi di Mapolda Jawa Barat (Jabar), mengenai kerumunan yang terjadi di Megamendung. Kepolisian belum menerima pemberitahuan mengenai kondisi Ade Yasin yang dikabarkan positif Covid-19.

Diketahui, pada Jumat (13/11) ribuan orang menyambut Rizieq Syihab di kawasan Simpang Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor. Kedatangannya saat itu untuk menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Syariah.

“Bupati Bogor dan perangkatnya apakah besok juga akan hadir di Polda, kita tunggu saja ya nanti perkembangan akan kita sampaikan,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (19/11).

Baca Juga :   Pemerintah Kabupaten Garut saat ini telah menyiapkan tempat penyimpanan vaksin Covid-19.

Sebelum dipastikan akan diperiksa polisi, melalui keterangan tertulisnya, Ade Yasin mengungkap dirinya positif terpapar Covid-19 setelah menjalani swab tes. Menanggapi hal itu, Erdi menyatakan pihak kepolisian belum menerima surat keterangan mengenai status kesehatan dari Ade Yasin.

“Bupati Bogor saat ini terpapar ya Covid-19, kita tunggu, namun sampai sekarang kita belum belum mendapatkan surat ya, surat rekomendasi atau surat penyampaian dari gugus Covid-19 itu sendiri, atau mungkin rumah sakit setempat di mana yang bersangkutan diperiksa kita belum menerimanya,” terang Erdi.

“Namun apabila memang tidak datang ya, ini hanya sebatas klarifikasi kita bisa menunda klarifikasi tersebut apabila yang bersangkutan sudah sehat,” sebut dia.

Baca Juga :   Perludem menilai koordinasi antar pihak dalam proses Pilkada 2020.

Selain Ade Yasin, Polda Jabar akan memanggil beberapa orang untuk dimintai klarifikasi tentang hal yang sama. Ini bagian dari penyelidikan untuk mengetahui sejauh mana proses terselenggaranya kegiatan yang dihadiri ribuan pendukung Rizieq Syihab.

“Selain ibu Bupati, (yang dipanggil ke Polda) itu ada Kades Sukagalih, Ketua RW 3, Camat Megamendungnya, kemudian kasatpol PP, kemudian panitia di mana panitia tersebut itu merupakan penyelenggaranya itu dari FPI yang ada di daerah sana. Lalu kepala desa ya kemudian ketua RT nya, kemudian Sekda (Kabupaten Bogor) dan terakhir adalah bhabinkamtibmasnya,” jelas Erdi.

“Penyidik akan melihat sejauh mana tingkat pelanggarannya, dan sekarang atau besok dimulai dilakukan pemanggilan-pemanggilan untuk dilakukan klarifikasi, baik itu pejabat Pemda setempat maupun penyelenggara, maupun gugus Covid-19 di tempat tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga :   'Boleh Kasih Bantuan Korban Banjir tapi Tak Bawa Atribut' Polisi Ke Relawan FPI

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!