12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru menjemput Ketua FPI Pekanbaru.

Realita Indonesia – Personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru menjemput Ketua Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru, Husni Thamrin, Selasa subuh, 24 November 2020. Hingga tengah malam, Husni belum pulang dari kantor polisi karena masih diperiksa intensif terkait pembubaran demonstran penolak Rizieq Shihab.

Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, belum bisa memastikan apakah Husni Thamrin ditahan dalam pembubaran paksa aksi damai penolakan Rizieq Shihab pada Senin, (23/11/2020) itu.

“Sampai saat ini masih diperiksa, perkembangan akan diinfokan,” kata Sunarto, Selasa.

Terpisah, Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan, Husni Thamrin dijemput bersama anggotanya, M Nur Fajri pada pukul 04.00 WIB. Saat ini, dua orang tersebut sudah menjadi tersangka.

Baca Juga :   Menkeu Sri Mulyani Ungkap Ancaman Besar Bagi Ekonomi RI Dan Itu Benar Adanya!

“”FPI membubarkan secara paksa deklarasi 45 elemen organisasi kemasyarakat serta tokoh-tokoh masyarakat menolak kedatangan Rizieq Shihab ke Pekanbaru,” ucap Nandang.

Menurut Nandang, apa yang dilakukan Husni dan sejumlah anggota FPI Pekanbaru itu sebagai bentuk perampasan hak warga berpendapat dan berkumpul di muka umum.

Nandang juga mengatakan, aksi damai 45 organisasi masyarakat di Tugu Zapin, Jalan Jenderal Sudirman itu, sudah mengantongi izin. Aksi di tengah pandemi ini juga sudah diketahui Satgas Covid-19

“Ada juga Surat Tanda Pemberitahuan (STP) Deklarasi serta memberitahu polisi untuk pengamanan kegiatan,” kata Nandang.

Nandang menyatakan pembubaran aksi penolakan Rizieq Shihab bertentangan dengan Undang-Undang untuk berpendapat di muka umum.

Baca Juga :   284 Ribu Nakes Masih Tertunda Untuk Vaksinasi Covid-19

“FPI malah membubarkan,” ucap Nandang.

Sebelumnya, aksi damai itu mendapat reaksi dari sejumlah orang dari FPI Pekanbaru. Mereka datang ke lokasi dan berusaha membubarkan aksi karena tidak terima imam besar FPI ditolak datang ke Pekanbaru.

Husni Thamrin juga berusaha naik ke mobil pengeras suara serta meminta massa bubar. Sejumlah anggota FPI Pekanbaru juga berusaha mengambil pengeras suara sehingga terjadi kegaduhan.

Kepada wartawan, Husni menolak Rizieq Shihab dikaitkan dengan gerakan radikalisme. Dia juga menilai pernyataan sikap organisasi masyarakat yang ikut aksi bertentangan dengan norma-norma Pancasila.

“Jika masih warga negara Indonesia, punya hak untuk datang di manapun mereka berada,” ucap Husni.

Menurut Husni, masyarakat Riau bakal menyambut kedatangan Rizieq Shihab secara terbuka dan senang hati.

Baca Juga :   Pihak Kecamatan Bogor Akan Cek Jl Raya Cikeret yang Rusak

Sumber : Liputan6

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!