Perihal Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali, Menko Airlangga Sebut Itu Bukanlah Pelarangan

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan tanggapan saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Raker tersebut membahas penyesuaian Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) Tahun Anggaran 2020. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.

Realita Indonesia – Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, menegaskan kebijakan pemerintah dalam pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali bukan untuk melarang kegiatan masyarakat. Pembatasan ini dilakukan untuk mencermati dan menekan perkembangan Covid-19.

“Pertama ditegaskan ini bukan pelarangan kegiatan masyarakat yang pertama,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/1).

Menteri Perekonomian itu juga meminta masyarakat tidak telalu panik dengan kebijakan yang dibuat pemerintah. Sebab, upaya pembatasan kegiatan bertujuan untuk menekan laju kasus aktif yang sudah menembus di level 100 ribu lebih.

“Yang kedua masyarakat tidak panik jangan panik. Ketiga bentuk kegiatan ini mencermati pengembangan Covid-19 yang ada kita lihat pada kondisi hari ini kasus aktifnya ada di 112.593 orang ” ujarnya.

Baca Juga :   Tragedi Sriwijaya Air : Penyelam Temukan Seragam Pramugari Sriwijaya Air Hingga Gaun Pengantin

Seperti diketahui, jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 788.402 orang. Meningkat 8.854 dari data Selasa (5/1) yang masih 779.548 orang.

Adapun 8.854 kasus baru Covid-19 ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 69.908 spesimen dari 44.734 orang. Data dihimpun dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Rabu (6/1), pukul 12.00 WIB.

Pasien yang meninggal karena Covid-19 juga bertambah. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat pasien meninggal akibat Covid-19 kini menembus 23.296 orang. Bertambah 187 dari data kemarin yang masih 23.109 orang.

Selain itu, pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah, yakni sebanyak 6.767 dari data kemarin yang masih 645.746 orang.

Editor : Realita Indonesia

Baca Juga :   Libur panjang selalu menimbulkan lonjakan kasus Covid-19.

Sumber : Merdeka.com

Bagikan :
error: Content is protected !!