Pemkot Jakarta Pusat mulai melakukan berbagai persiapan mengantisipasi banjir

Realita Indonesia – Pemkot Jakarta Pusat mulai melakukan berbagai persiapan mengantisipasi banjir. Terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon Safari, mengatakan pada pengungsi yang hasil tes cepatnya menunjukkan reaktif, diharapkan dilanjutkan dengan tes usap yang selesai maksimal delapan jam.

“Jadi, kami akan minta ke laboratoriumnya agar khusus tes usap di pengungsian, harap segera diproses. Kita harapkan hasilnya segera keluar dalam waktu kurang lebih delapan jam. Karena kalau di pengungsian seperti itu kan harus dievakuasi,” ujar Erizon saat ditemui di Lapangan STU Karet Tengsin. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (2/12).

Selama menunggu hasil tes usap, Erizon mengatakan, pengungsi dengan hasil reaktif itu ditempatkan di posko suspek Covid-19 yang telah disiapkan dengan sekat-sekat sehingga sesuai protokol kesehatan.

Baca Juga :   Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan kriteria guru honorer dapat bantuan Rp1,8 juta

Jika nantinya hasil tes usap keluar dan positif maka dipastikan warga tersebut akan dipindahkan ke lokasi penanganan Covid-19 seperti Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan.

“Pokoknya tes usap di pengungsian untuk penanganan banjir, kita minta prosedurnya dipercepat. Kodenya kita tulis CITO atau artinya harus segera diperiksa. Nanti kalau positif, kita pindahkan di lokasi penanganan Covid-19,” kata Erizon.

Setiap warga dalam pengungsian karena banjir di tengah pandemi COVID-19 harus menjalani penyaringan tes cepat.

Persiapan penanganan banjir di tengah kepungan COVID-19 yang disiapkan di Jakarta Pusat tidak hanya di tempat pengungsian tapi juga pada saat evakuasi berjalan.

Selain posko tetap, ada juga perahu COVID-19 yang nantinya digunakan untuk warga bergejala COVID-19 untuk mengantisipasi penyebaran virus asal Wuhan itu.

Baca Juga :   Ini Ucapan Jokowi yang Paling Berkesan Untuk Para Guru, Untuk Hari Peringati Guru Nasional

Sumber : Merdeka.com

Editor : Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!