16 Mei 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Pemkab Banyuwangi Buka Destinasi Pariwisata di Era New Normal

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas. (dok Disparekraf Banyuwangi)

Realita Indonesia – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melakukan sejumlah simulasi untuk membuka destinasi pariwisata di era ‘new normal’. Di antaranya melakukan pelatihan sertifikasi sesuai protokol kesehatan COVID-19 bagi tour guide maupun kepada destinasi wisata hingga restoran.

“Maka ketika pariwisata kita lakukan simulasi sesuai arahan Ketua BNPB bagaimana beriringan dengan COVID-19. Maka ketika pariwisata kita adakan simulasi, saya sampaikan ke teman-teman nomor 1 kalau dulu yang dijual harga dan servis, sekarang bukan lagi hanya harga dan services tapi pertama adalah kesehatan,” kata Anas, dalam talkshow yang disiarkan live di akun YouTube BNPB Indonesia, Minggu (5/7/2020).

Ia mengatakan di Banyuwangi, beberapa destinasi pariwisata yang akan dibuka secara terbatas misalnya hotel yang berada di pinggir pantai dan restoran yang sudah bersertifikasi sesuai protokol COVID-19. Adapun daftar hotel dan restoran yang dibuka sesuai dengan protokol COVID-19 dapat dilihat di aplikasi yang dibuat Pemkab Banyuwangi.

Baca Juga :   Ditemukan Tewas di Dalam Sumur, Perempuan di Sukabumi Ini Sebelumnya Sempat Hilang

“Di Banyuwangi ada banyak restoran sekarang bisa dibuka lewat teknologi Banyuwangi tourism. Para traveler bisa melihat hotel-hotel mana dan restoran mana yang sudah sesuai sertifikasi dan SOP di web,” kata Anas.

Selain itu, beberapa tour guide, tempat destinasi wisata, dan restoran juga sudah diberi pelatihan agar bisa menawarkan destinasi pariwisata sesuai dengan protokol COVID-19. Namun, kata Anas, sertifikasi itu tidak berlaku selamanya, bila ditemukan melanggar protokol COVID-19, akan dievaluasi kembali.

“Tentunya sertifikasi tidak selamanya, tapi bisa kita 1 minggu kita copot. Saya contohnya misalnya kawasan jajanan di alun-alun sesuai protokol COVID-19, tapi hari berikutnya waktu malam minggu pesertanya ramai sekali banyak yang melanggar nggak pake masker dan nggak berjaga jarak,” ungkapnya.

Adapun daftar beberapa destinasi wisata yang akan dibuka di era ‘new normal’, misalnya, restoran yang disertifikasi, hotel di pinggir pantai, Kawah Ijen, Agrowisata Taman Suruh, Taman Gandrung Terakota, Bansring Underwater, dan Taman Alas Purwo. Misalnya kawasan Kawah Ijen akan dibatasi jumlah pengunjung dari sebelumnya ribuan kini menjadi 450 orang, selain itu pengunjung harus memesan tiket secara online.

Baca Juga :   KIP Kuliah Diganti Jadi BLT Mahasiswa, Biaya Dari Rp 2,4 Juta Sampai Rp 8 Juta

“Ada juga Taman Alas Purwo dan taman nasional yang lain sehingga yang kita buka adalah tempat-tempat yang tidak berisiko tinggi salah satunya nasional park. Kita buka dengan sangat terbatas,” ujar Anas.

Anas mengatakan di Banyuwangi terdapat banyak event, misalnya Gandrung Sewu, yang mana terdapat ribuan penari dan ribuan penonton. Ia menegaskan semua pihak harus mengikuti protokol kesehatan COVID-19, misalnya sanggar perias penari harus memakaikan 1 lipstik kepada 1 penari dan tidak digunakan secara bergantian.

“Kemudian event-event, misalnya Gandrung Sewu itu massal, misalnya yang nonton ribuan orang, penarinya ada ribuan orang. Kalau untuk penari ribuan orang itu kan nggak mungkin yang merias satu-satu, maka ada perias massal. Kalau dulu satu lipstik 1 ramai-ramai, sehingga jadi lebih murah sekarang 1 penari 1 lipstik. Inilah kita workshop-workshop kepada penari dan sanggar-sanggar agar kebiasaan ini bisa diterapkan. Ini tentu PR baru bagi kami,” ungkapnya.

Baca Juga :   'Ada 8 Provinsi Belum Terima Vaksin Covid-19' Kata Menkes

Ia mengatakan ada beberapa tantangan untuk membiasakan masyarakat menerapkan protokol COVID-19, yaitu imbauan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ia meminta para traveller memberikan kritik atau saran jika ada destinasi wisata yang melanggar protokol COVID-19.

“Bagi para traveller jangan segan-segan kritik destinasi kalau nggak sesuai protokol COVID-19. Jangan segan-segan hukum restoran yang nggak sesuai protokol COVID-19 dengan memberi kritik dan nilai yang keras,” ujarnya.

“Karena hanya dengan kritik penilaian pemerintah seperti kami akan membenah akan memberikan sanksi untuk destinasi dan restoran traveller. Dengan begitu, menjaga kesehatan bersama bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk tempat yang dituju untuk evaluasi protokol kesehatan,” sambung Anas.

Editor : Realita Indonesia
Sumber : news.detik.com

Bagikan :
error: Content is protected !!