12 Juni 2021

Realita Indonesia

Platform Blog & Publikasi Online

Pemkab Bandung Akan Pulihkan Pariwisata di Tengah Pandemi Corona

Kawah Putih salah satu objek wisata di Ciwidey, Kabupaten Bandung (Foto: Dok. d'Traveler)

Realita Indonesia – Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan langkah untuk kembali membuka destinasi yang ada di wilayahnya jelang penerapan new normal Jawa Barat. Namun pembukaan objek wisata akan dilakukan secara bertahap.

Kepala Disparbud Kabupaten Bandung Yosep Nugraha melalui Kabid Promosi dan Ektaf Disparbud Kabupaten Bandung Vena Andriawan mengatakan, saat ini kondisi pariwisata di Kabupaten Bandung sedang dalam tahap recovery atau pemulihan. Pasalnya akibat pandemi virus Coronna, objek wisata di Kabupaten Bandung tidak bisa beroperasi.

“Kita sebetulnya selama pandemi terjadi itu sudah melakukan persiapan-persiapan. Kita bagi tiga tahapan, mulai dari tanggap darurat, recovery, sampai normalisasi. Sekarang itu kita masih dalam tanggap darurat tapi udah OTW untuk recovery,” ujar Vena saat dihubungi detikcom, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga :   Kemnaker : Membuka Jabatan Struktural Menjadi Fungsional Untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Vena menyebutkan, dalam upaya menyambut new normal pihaknya menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya membuka tempat wisata yang ada secara bertahap.

“Kita enggak langsung open semua, tapi bertahap dulu,” ucapnya.

Pihaknya juga akan membentuk tim untuk mengawasi dan mengevaluasi tempat wisata yang dijadikan pilot project selama masa pemulihan. Kemudian, menyiapkan regulasi dalam bentuk standar operasional prosedur.

“Kita buatkan kajiannya buat regulasi termasuk di dalamnya standar operasional prosedur. Kalau sudah jadi kita siapkan pilot projectnya dulu,” ucap Vena.

Setelah SOP dibentuk, maka Disparbud akan memberikan ruang bagi industri wisata mengajukan diri untuk menjadi pilot project. Baik itu hotel, rumah makan dan tempat wisata.

Baca Juga :   Pemerintahan Jokowi Baperan Saat Dikritik Kata Pengamat Voxpol Center

Kemudian Disparbud akan mengecek kesiapan lokasi tersebut. Bila dinyatakan telah siap, pihaknya akan memberikan rekomendasi.

“Udah ready baru keluarkan rekomendasi tapi tetap dengan pengawasan yang sangat super ketat. Kita yang jelas mengutamakan faktor keselamatan,” ujarnya.

Setelah pilot project berjalan, tim akan melaporkan evaluasi terkait temuannya di lapangan. Terutama terkait penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata.

Vena menyampaikan, pihaknya belum berani mengijinkan semua tempat wisata dibuka langsung secara serentak. Ia khawatir apabila pihaknya membuka serentak, akan memunculkan kluster baru di tempat wisata.

“Banyak aspek yang harus kita pikirkan, terutama takutnya nanti muncul kluster wisata, kan berbahaya lagi,” ujarnya.

Penulis: Muhammad Iqbal (detik.com)
Editor: Realita Indonesia

Bagikan :
error: Content is protected !!